Dien Muhammad Scientivan Kurniapramono, mahasiswa Teknologi Informasi UGM angkatan 2024, mencatatkan pencapaian membanggakan di kancah blockchain internasional. Dien, yang juga menjabat sebagai Technical Lead UGM Blockchain Club (UGMBCC), berhasil memenangkan dua track sekaligus pada UHI9 Hookathon, ajang puncak dari program inkubasi Uniswap Hook Incubator angkatan ke-9 yang diselenggarakan oleh Atrium Academy.
Tentang Uniswap dan Reactive Network
Uniswap merupakan salah satu protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di dunia, tempat pengguna dapat menukar aset digital secara otomatis tanpa perantara. Versi terbarunya, Uniswap v4, memperkenalkan konsep hook, yaitu modul tambahan yang memungkinkan pengembang menyisipkan logika khusus ke dalam setiap pool likuiditas sehingga perilaku pool dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan. Uniswap Hook Incubator (UHI) adalah program inkubasi yang diselenggarakan oleh Atrium Academy untuk mendampingi pengembang dari seluruh dunia dalam merancang dan membangun hook tersebut, melalui rangkaian workshop yang berujung pada babak hackathon.
Reactive Network sendiri merupakan jaringan blockchain yang dirancang agar smart contract dapat bereaksi secara otomatis terhadap event on-chain maupun lintas-chain, tanpa memerlukan intervensi manual dari pengguna sehingga aplikasi terdesentralisasi dapat merespons perubahan kondisi di berbagai jaringan secara lebih cepat dan otomatis.
Istilah Hookathon sendiri merupakan sebutan khusus untuk hackathon yang diselenggarakan dalam rangkaian program Uniswap Hook Incubator, dengan fokus utama pada pemanfaatan (utilization) hook pada Uniswap v4. Hookathon ini merupakan program inkubasi blockchain berskala internasional yang terbuka bagi peserta dari seluruh dunia. Namun, untuk dapat berpartisipasi, peserta harus melalui proses seleksi ketat berupa pengajuan berkas dan wawancara, sebelum mengikuti rangkaian workshop intensif yang berujung pada babak hackathon.
Dien meraih kemenangan pada dua track berbeda, yaitu Impermanent Loss & Yield Systems Track dan Reactive Network Track, dengan hadiah masing-masing senilai $1.000 sehingga total hadiah yang diraih mencapai $2.000. Pencapaian ini diraih secara solo, tanpa tim, di tengah total hadiah keseluruhan hookathon yang mencapai $25.000, yang terbagi ke beberapa track yaitu Impermanent Loss & Yield Systems ($13.000), General Track ($7.000), dan Reactive Network ($5.000). Pengumuman kemenangan disampaikan resmi oleh Atrium Academy melalui akun X (Twitter) pada Jumat (19/6) pukul 11.00 WIB, masing-masing untuk track Impermanent Loss & Yield Systems dan track Reactive Network.
Tentang Proyek Veritas

Proyek yang dibawakan Dien berjudul Veritas, sebuah sistem berbasis Uniswap v4 yang mengubah sinyal keaslian konten menjadi skor risiko on-chain bernama Dilution Risk Score (DRS). Skor ini digunakan untuk dua hal sekaligus, yaitu sebagai gerbang yang mencegah konten duplikat atau hasil replikasi AI untuk menghimpun modal dan sebagai acuan untuk menyesuaikan proteksi fee bagi Liquidity Provider (LP) secara otomatis. Dengan begitu, risiko impermanent loss yang biasa ditanggung LP dapat ditekan tanpa memerlukan otoritas terpusat.
Pembaruan skor DRS ini berjalan secara otomatis dan lintas-chain berkat dukungan Reactive Network, tanpa memerlukan tindakan manual dari pengguna setiap kali kondisi pool berubah. Mekanisme ini telah diuji berjalan langsung pada jaringan testnet, membuktikan bahwa skor keaslian dapat diperbarui secara reaktif begitu terjadi perubahan kondisi, bahkan dari chain lain.
Pencapaian Dien dalam memenangkan dua track sekaligus pada UHI9 Hookathon secara solo menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa Indonesia dalam merancang solusi infrastruktur DeFi yang inovatif di tingkat global, sekaligus memperkuat posisi UGM sebagai kampus yang aktif menghasilkan talenta unggul di bidang teknologi blockchain. (Dien Muhammad Scientivan Kurniapramono/RAS)

