Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Studium Generale bertajuk “Designing Your Skill Stack: The Future is Now” pada Jumat (8/5) di Ruang Kuliah E6 DTETI FT UGM. Kegiatan ini menghadirkan Rizki Kurniawan, Founder Inipagi sekaligus CHO Fikri Studio, sebagai narasumber. Melalui materi yang disampaikan, Rizki mengajak mahasiswa untuk mulai memikirkan arah pengembangan diri dan kesiapan menghadapi dunia kerja sejak masa perkuliahan. Ia membuka sesi dengan pertanyaan reflektif mengenai rencana mahasiswa setelah lulus dan tantangan yang akan dihadapi di masa depan. Dalam pemaparannya, Rizki menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan industri membuat satu kemampuan saja tidak lagi cukup untuk bertahan dan berkembang. Ia menyebut bahwa “one skill is a ticking clock”, di mana keterampilan tunggal memiliki risiko cepat tergantikan oleh perubahan zaman dan teknologi.
Rizki kemudian memperkenalkan konsep skill stack, yaitu kombinasi berbagai kemampuan yang saling melengkapi untuk meningkatkan nilai dan daya saing seseorang. Ia menjelaskan berbagai bentuk pengembangan kompetensi, mulai dari I-shaped, T-shaped, hingga M-shaped skill. Mahasiswa dijelaskan bahwa sebagian besar lulusan baru umumnya berada pada tahap I-shaped, yakni hanya memiliki satu kemampuan utama. Namun, menurut Rizki, tantangan sebenarnya muncul ketika seseorang berhenti berkembang pada tahap tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk mulai memperluas kemampuan lintas bidang, membangun pengalaman kolaboratif, serta mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah.

Selain membahas konsep pengembangan keterampilan, Rizki juga membagikan pengalamannya membangun platform kreatif Inipagi, sebuah media belajar desain dan bisnis yang aktif memberikan edukasi melalui konten, webinar, workshop, e-course, dan komunitas kreatif. Pengalaman tersebut menjadi contoh nyata bagaimana konsistensi belajar dan keberanian mengeksplorasi banyak bidang dapat membuka peluang karier yang lebih luas. Dalam sesi diskusi, mahasiswa terlihat antusias mengajukan pertanyaan terkait strategi pengembangan diri, membangun portofolio, menentukan fokus karier, hingga cara tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Narasumber juga menekankan pentingnya memiliki pola pikir pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) agar mampu beradaptasi dengan perubahan industri.
Kegiatan berlangsung interaktif dan inspiratif. Melalui Studium Generale ini, DTETI FT UGM berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi dunia profesional melalui pengembangan skill stack yang adaptif, multidisipliner, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk terus belajar, mengeksplorasi potensi diri, dan membangun kombinasi keterampilan yang dapat menjadi bekal menghadapi tantangan global di era transformasi digital. (EFJ)
