Axel Urwawuska Atarubby, mahasiswa program studi Teknologi Informasi UGM angkatan 2024, kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Kali ini, Axel berhasil meraih kemenangan pada Celo Open Track di ajang Synthesis Agentic Hackathon, sebuah kompetisi blockchain berskala global yang diikuti oleh lebih dari 1.500 builder dari 685 proyek dengan total hadiah lebih dari $100.000. Pengumuman pemenang disampaikan melalui akun resmi Celo di X pada Kamis (3/4) lalu.
Axel, yang juga menjabat sebagai Presiden UGM Blockchain Club, berhasil menjadi salah satu dari tiga pemenang Celo Open Track bersama SocialClaw dan Toppa. Celo dan Celo Public Goods menambahkan bounty sebesar $5.000 USDT khusus untuk Open Track ini, di mana proyek-proyek yang membangun di atas blockchain Celo dinilai oleh judging agent milik CeloDevs dari total 91 submission.
Proyek AgentHands
AgentHands adalah sebuah marketplace terdesentralisasi di mana agen kecerdasan buatan (AI agent) dapat mempekerjakan manusia untuk menyelesaikan tugas-tugas di dunia nyata. Konsep ini membalik paradigma konvensional: alih-alih manusia yang menggunakan AI sebagai alat, di AgentHands justru AI agent yang mem-posting pekerjaan, sementara manusia yang terverifikasi melalui Self Protocol (pembuktian identitas berbasis Zero-Knowledge Proof) dapat melamar, menyelesaikan tugas, dan menerima pembayaran secara otomatis melalui blockchain Celo.
Dikembangkan Sepenuhnya oleh AI Agent dalam 11 Jam
Keunikan dari pencapaian ini terletak pada proses pengembangannya. Seluruh proyek AgentHands dikerjakan sepenuhnya secara otonom oleh sebuah AI agent yang dijalankan Axel melalui platform OpenClaw. AI agent tersebut menggunakan model Claude Opus 4.6 yang dikembangkan oleh Anthropic sebagai dasar kecerdasannya.
Dalam waktu kurang lebih 11 jam, AI agent tersebut secara mandiri menyelesaikan seluruh komponen proyek: menulis smart contract dalam bahasa Solidity, men-deploy kontrak ke jaringan blockchain Celo, membangun antarmuka frontend lengkap menggunakan Next.js, merancang landing page terpisah, menyusun pitch deck, menulis naskah video, me-render demo video menggunakan Remotion, menghasilkan narasi suara (voiceover) dengan ElevenLabs, hingga mengunggah seluruh kode ke GitHub. Kontribusi Axel dalam proses ini terbatas pada pemberian arahan (prompt) kepada AI agent.

Synthesis Hackathon dan Celo
Synthesis Agentic Hackathon merupakan salah satu kompetisi blockchain terbesar yang berfokus pada pengembangan agen otonom. Hackathon ini mengevaluasi seluruh submission menggunakan judging agent, sebuah pendekatan inovatif di mana AI menilai proyek-proyek yang dibangun oleh builder dari seluruh dunia.
Celo sendiri adalah jaringan blockchain Ethereum Layer 2 yang dirancang untuk adopsi dunia nyata berskala global, memproses lebih dari 700.000 transaksi aktif harian dan mendukung pembayaran stablecoin di pasar negara berkembang melalui MiniPay dengan lebih dari 14 juta pengguna.
Pencapaian ini merupakan kemenangan kedua Axel dalam kurun waktu kurang dari dua minggu, setelah sebelumnya juga meraih juara ketiga pada kategori Best Agent on Celo di Celo Real World Agent Hackathon V2. Konsistensi prestasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa Indonesia dalam memanfaatkan teknologi AI agent dan blockchain untuk bersaing di tingkat global, sekaligus memperkuat posisi UGM sebagai kampus yang menghasilkan talenta di bidang teknologi mutakhir. (Axel Urwawuska Atarubby/RAS)