Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), turut berkontribusi dalam pengembangan sistem monitoring alat penyerap karbon dioksida dan pemurni udara berbasis fotobioreaktor mikroalga yang dikembangkan oleh PT Algaepark Indonesia Mandiri. Kegiatan dilaksanakan pada 2–3 Februari 2026 di Plant Semen Merah Putih, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Ir. Ridwan Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D., dosen DTETI FT UGM, berperan sebagai tenaga ahli bidang Internet of Things (IoT) dalam pengembangan dan pengujian sistem monitoring di lapangan. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa DTETI FT UGM, yaitu Alfian Daffa Baihaqi (25/570509/PTK/16981), mahasiswa Program Magister Teknik Elektro (MTE); Alfian Lazuardi Kalani (23/518890/TK/57187) dan Keyza Lubna Sitanggang (23/518423/TK/57070), mahasiswa Program Sarjana Teknik Biomedis (TB). Keterlibatan dosen dan mahasiswa merupakan bagian dari pengabdian kepada mitra sekaligus penerapan ilmu dan keterampilan dalam pengembangan teknologi IoT untuk mendukung pemantauan kinerja fotobioreaktor secara terintegrasi.
Lokasi pengujian di Bekasi memberikan tantangan tersendiri karena merupakan kawasan perkotaan dengan aktivitas transportasi dan industri yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menjadi konteks penting dalam pengembangan teknologi penyerap karbon dioksida, khususnya untuk menguji kinerja sistem pada lingkungan dengan karakteristik perkotaan. Pengujian lapangan juga menjadi kesempatan untuk memperoleh data operasional yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan sistem lebih lanjut. Sistem monitoring yang dikembangkan menampilkan sejumlah parameter secara digital melalui dashboard berbasis IoT, antara lain kadar karbon dioksida (CO₂), tree equivalent, turbidity, tingkat keasaman (pH), temperatur, dan dissolved oxygen (DO). Dashboard tersebut memungkinkan berbagai parameter dipantau secara terintegrasi selama proses pengembangan dan pengujian alat. Pemantauan berbagai parameter tersebut penting untuk mengetahui kondisi lingkungan dan proses di dalam fotobioreaktor, sekaligus mendukung evaluasi kinerja mikroalga dalam proses penyerapan karbon dioksida.

Teknologi fotobioreaktor mikroalga juga memiliki potensi untuk menjadi salah satu alternatif dalam mendukung produksi oksigen di kawasan perkotaan. Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan sering menjadi tantangan dalam penambahan ruang terbuka hijau dan penanaman pohon dalam jumlah yang memadai. Dalam konteks tersebut, sistem berbasis mikroalga dapat dikembangkan sebagai teknologi pelengkap yang memanfaatkan ruang secara lebih fleksibel untuk membantu penyerapan karbon dioksida dan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat membuka peluang penerapan solusi berbasis bioteknologi dan teknologi digital untuk mendukung kualitas lingkungan perkotaan. Selain pengujian sistem monitoring, kegiatan ini membuka peluang pengembangan kerja sama penelitian antara DTETI FT UGM dan PT Algaepark Indonesia Mandiri, khususnya dalam pemantauan pertumbuhan mikroalga dan kondisi nutrisi di dalam akuarium atau fotobioreaktor. Pemantauan secara real-time terhadap parameter pertumbuhan, kualitas air, serta kebutuhan nutrisi mikroalga dapat menjadi bagian dari penelitian lanjutan untuk memahami kondisi optimal bagi pertumbuhan alga dan meningkatkan efektivitas proses penyerapan karbon dioksida. Integrasi teknologi IoT dengan sistem budidaya mikroalga juga berpotensi menghasilkan sistem pemantauan dan pengendalian yang lebih terukur, efisien, dan berbasis data.
Melalui kegiatan ini, DTETI FT UGM turut mendukung pengembangan sistem monitoring pada alat penyerap karbon dioksida dan pemurni udara berbasis fotobioreaktor mikroalga yang dikembangkan oleh PT Algaepark Indonesia Mandiri. Penerapan teknologi IoT diharapkan dapat mendukung proses pemantauan alat sekaligus mendorong pengembangan teknologi yang berorientasi pada lingkungan dan keberlanjutan. Ke depan, sinergi antara DTETI FT UGM dan mitra diharapkan dapat terus dikembangkan melalui penelitian dan inovasi, termasuk dalam pemantauan pertumbuhan mikroalga, pengelolaan nutrisi, serta pengembangan sistem monitoring berbasis IoT untuk mendukung penerapan teknologi mikroalga di kawasan perkotaan. (EFJ)