• Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik
  • Webmail
  • Pusat TI
Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Depan
  • Profil
    • Sejarah DTETI
    • Visi Misi Tujuan
    • Pengelola
    • Tenaga Pendidik
  • Program Studi
    • Program Sarjana Program Studi Teknik Elektro
    • Program Sarjana Program Studi Teknologi Informasi
    • Program Sarjana Program Studi Teknik Biomedis
    • Program Magister Program Studi Teknik Elektro
    • Program Magister Program Studi Teknologi Informasi
    • Program Doktor Program Studi Teknik Elektro
    • International Undergraduate Program
  • Penelitian
    • Grup Penelitian
    • Laboratorium Penelitian
  • Evaluasi Diri
    • Evaluasi Diri
    • Hasil Survei Layanan DTETI
    • Hasil Survei Layanan FT
  • Fasilitas
    • Sumber Daya dan Sistem Informasi
    • Layanan Kesehatan
    • Perpustakaan
    • Denah Ruangan
  • IUP
  • Beranda
  • Berita
  • Mahasiswa DTETI UGM dan Tim Raih Cactus Prize pada The Gemma 4 Good Challenge 2026

Mahasiswa DTETI UGM dan Tim Raih Cactus Prize pada The Gemma 4 Good Challenge 2026

  • Berita, Prestasi
  • 18 September 2026, 03.06
  • Oleh: Rasya Swarnasta
  • 0

Mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama mahasiswa lintas bidang dan siswa sekolah luar biasa berhasil meraih prestasi internasional melalui inovasi kecerdasan artifisial (AI) yang ditujukan untuk mendukung komunikasi masyarakat Tuli. Tim KawanIsyarat yang beranggotakan Pradana Yahya Abdillah, mahasiswa Teknologi Informasi UGM angkatan 2023; Maulana Isqi Habibah, mahasiswa Ilmu Keperawatan UGM angkatan 2023; dan Muhammad Ghozy Wira Elmada dari SLB-B YAAT Klaten, meraih Cactus Prize dalam ajang The Gemma 4 Good Challenge 2026 yang diselenggarakan oleh Google DeepMind melalui Kaggle.

The Gemma 4 Good Challenge 2026 merupakan kompetisi internasional yang berlangsung selama enam minggu pada April–Mei 2026. Kompetisi ini mengajak peserta dari berbagai negara memanfaatkan model AI Gemma untuk mengembangkan solusi teknologi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dalam penyelenggaraannya, kompetisi menerima lebih dari 1.600 submission dengan total hadiah mencapai US$200.000.

Melalui tim KawanIsyarat, Pradana dan rekan-rekannya menghadirkan aplikasi Android yang dirancang untuk membantu komunikasi dua arah antara masyarakat Tuli pengguna Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan masyarakat dengar. Aplikasi ini dikembangkan dengan pendekatan offline-first dan on-device AI, sehingga pemrosesan utama dapat dilakukan langsung pada perangkat tanpa bergantung pada koneksi internet.

KawanIsyarat memanfaatkan Gemma 4 E2B yang dijalankan secara lokal menggunakan Cactus. Kamera smartphone digunakan untuk menangkap gerakan bahasa isyarat yang kemudian diproses menjadi kalimat Bahasa Indonesia. Di sisi lain, ucapan dari pengguna dengar dapat diubah menjadi teks untuk mendukung komunikasi dua arah. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur yang mendukung pembelajaran bahasa isyarat.

Disampaikan oleh Pradana, salah satu tantangan teknis dalam pengembangan KawanIsyarat adalah menjalankan beberapa model AI pada smartphone dengan keterbatasan memori. Tim mengatasinya melalui penerapan memory-aware model routing, termasuk mekanisme load/unload model Whisper secara dinamis. Pendekatan tersebut memungkinkan penggunaan memori perangkat disesuaikan dengan kebutuhan pemrosesan. “Kami juga melakukan optimasi latency agar aplikasi dapat berjalan secara interaktif dan mendekati waktu nyata,” tambahnya.

Pendekatan teknis tersebut turut mendapat apresiasi dari tim juri Google. Dalam publikasi resmi Google mengenai para pemenang, juri secara khusus menyoroti penerapan memory-aware model routing pada KawanIsyarat serta optimasi latency yang dilakukan untuk mendukung performa real-time pada perangkat bergerak. Atas inovasi tersebut, KawanIsyarat memperoleh Cactus Prize sekaligus hadiah sebesar US$10.000.

Capaian KawanIsyarat menunjukkan pemanfaatan teknologi AI tidak hanya untuk pengembangan kemampuan komputasi, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan komunikasi dan aksesibilitas. Kolaborasi Pradana dari bidang teknologi informasi, Maulana dari bidang keperawatan, dan Ghozy sebagai pengguna bahasa isyarat menjadi bagian penting dalam menghadirkan solusi yang berangkat dari kebutuhan pengguna. Melalui prestasi ini, mahasiswa DTETI UGM turut menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan teknologi on-device AI yang dapat diterapkan pada perangkat dengan sumber daya terbatas. KawanIsyarat sekaligus menjadi contoh kolaborasi lintas disiplin dalam menghasilkan inovasi teknologi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (RAS)

Pemberitaan Raihan Cactus Prize dari Google.

Informasi tambahan:

KawanIsyarat dapat dipelajari lebih lanjut melalui website resmi KawanIsyarat dan video demo yang menampilkan cara kerja aplikasi dalam menerjemahkan BISINDO secara langsung. Dokumentasi pengembangan dan kode sumbernya juga tersedia melalui GitHub, sehingga masyarakat dan pengembang dapat mengenal lebih jauh teknologi yang digunakan dalam proyek ini.

Tags: Fakultas Teknik UGM IKU IKU 2: Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur SDGs

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Pencarian

Berita Terkini

  • Mahasiswa DTETI UGM dan Tim Raih Cactus Prize pada The Gemma 4 Good Challenge 2026
    September 18, 2026
  • Mahasiswa UGM Kembangkan PelletQ-AI, Sistem Produksi Pakan Ikan Berbasis AI yang Terintegrasi dengan Web
    September 7, 2026
  • Betty Zuanon (Magister Teknik Elektro dari Prancis)
    September 1, 2026
  • Godwin Amoako-Atta, Mahasiswa Asal Ghana, Tuntaskan Studi Magister dalam Tiga Semester
    September 1, 2026
  • Dosen DTETI Wakili UGM Terima Indonesia Solar Award 2026
    August 27, 2026
  • Dari Tech to Impact: Fajar Sidik Kelana Ajak Mahasiswa DTETI UGM Mengubah Ide Menjadi Inovasi Berdampak
    August 21, 2026
  • Pelepasan Wisuda Sarjana Agustus 2026: 142 Lulusan DTETI FT UGM Siap Menulis Cerita Baru
    August 20, 2026
  • Mahasiswa DTETI UGM Ikuti NL–SEA Semiconductor Talent Programme 2026
    August 20, 2026
  • Dari Dunia Industri ke Riset Akademik, Robin Pranoto Selesaikan Studi Magister by Research di DTETI FT UGM
    August 13, 2026
  • DTETI FT UGM Dukung Pengembangan Sistem Monitoring Alat Penyerap Karbon Dioksida Berbasis IoT
    August 10, 2026
  • Workshop LabVIEW with AI Bersama HaliaTECH Perkenalkan Integrasi AI dalam Instrumentasi Modern
    July 29, 2026
  • Tumiran, Pakar Energi UGM, Soroti Pentingnya Transformasi Sistem Kelistrikan Indonesia
    July 28, 2026
  • Raih Dua Medali Perak pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup VII Tahun 2026
    July 24, 2026
  • Serah Terima GATe-eKarsa, DTETI dan RSA UGM Perkuat Sinergi Inovasi dan Hilirisasi Riset
    July 22, 2026
  • Berbagi Inspirasi di Pelepasan Pascasarjana FT UGM, Josua M. Sinambela Soroti Peran Integritas di Tengah Kemajuan AI
    July 21, 2026
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika No. 2 Kampus UGM Yogyakarta, 55281
teti@ugm.ac.id
+62 (274) 552305
+62 (274) 552305

Program Studi

  • Program Sarjana Program Studi Teknik Elektro
  • Program Sarjana Program Studi Teknologi Informasi
  • Program Sarjana Program Studi Teknik Biomedis
  • Program Magister Program Studi Teknik Elektro
  • Program Magister Program Studi Teknologi Informasi
  • Program Doktor Program Studi Teknik Elektro
  • International Undergraduate Program

Akademi dan Training

  • Cisco Networking Academy
  • Microsoft Inovation Center
  • Schneider Training Center

Kemahasiswaan & Alumni

  • KMTETI
  • KATETIGAMA

Media Sosial

  • Youtube
  • Instagram
  • Facebook

© Universitas Gadjah Mada

KMTETIKATETIGAMA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY