Tiga mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Universitas Gadjah Mada (UGM), yaitu Jonatan Riverino Nugroho (Teknik Elektro angkatan 2022), Alphonsus Aditya Putera Wahyudi (Teknik Biomedis angkatan 2022), dan Adji Pangestu (Teknik Elektro angkatan 2022) mengikuti pelatihan Netherlands–Southeast Asia Semiconductor Talent Programme 2026: Building Semiconductor Talent Capabilities for Southeast Asia’s Advanced Manufacturing Sector. Program ini diselenggarakan oleh Nuffic, sebuah organisasi asal Belanda yang bergerak dalam bidang pendidikan internasional.
Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari lima negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Program berlangsung selama dua minggu pada Senin (3/8) hingga Jum’at (14/8) dan dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda. Pada minggu pertama, para peserta mengikuti kegiatan di Advanced Semiconductor Academy of Malaysia (ASEM) yang berada di Cyberjaya, Selangor. Kemudian pada minggu kedua, kegiatan dilanjutkan di Universiti Sains Malaysia (USM) yang berada di Penang.
Pada minggu pertama, peserta mempelajari berbagai materi yang berkaitan dengan semiconductor, mulai dari fisika material, semiconductor manufacturing, control, hingga teknologi yang digunakan dalam industri semiconductor. Materi diberikan oleh beberapa dosen dan akademisi dari universitas di Belanda, seperti University of Twente, University of Groningen, dan TU Delft, serta akademisi dari universitas di Malaysia. Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mendapatkan penugasan yang diberikan oleh dosen dari USM.

Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana industri semiconductor bekerja melalui kunjungan ke perusahaan Besi yang berada di Selangor. Selain itu, selama empat hari peserta mendapatkan pemaparan dari dua orang perwakilan ASML mengenai lithography dan cleanroom. Kegiatan pada minggu pertama juga diisi dengan Cultural Night pada Kamis (6/8), di mana peserta dari masing-masing negara menampilkan pertunjukan budaya dari negara asalnya.


Memasuki minggu kedua, peserta mendapatkan materi yang lebih mendalam mengenai industri semiconductor dan system engineering yang digunakan baik dalam penelitian maupun industri. Pada Selasa (11/8), peserta juga melakukan kunjungan langsung ke tiga perusahaan yang berada di Penang, yaitu Hittech, Sophic Automation, dan Greatech. Dalam kunjungan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung berbagai proses dan teknologi yang digunakan dalam industri semiconductor, control, dan automation.

Selain kunjungan industri, pada akhir program peserta mengikuti kegiatan speed dating dengan perwakilan dari tujuh perusahaan, yaitu Frencken, NXP, Sophic Automation, ASML, Hittech, Greatech, dan Nexperia. Dalam kegiatan tersebut, peserta berkesempatan untuk memperkenalkan diri, berdiskusi, dan bertanya secara langsung kepada perwakilan perusahaan mengenai industri serta peluang yang ada di bidang semiconductor.
Melalui rangkaian kegiatan selama dua minggu tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai teknologi dan industri semiconductor, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan akademisi, praktisi, dan perusahaan dari berbagai negara. Program ini menjadi salah satu upaya dalam membangun kapasitas talenta semiconductor di Asia Tenggara serta memperluas jejaring dan wawasan mahasiswa terhadap perkembangan industri semiconductor dan advanced manufacturing. (Jonatan, Alphonsus, Adji/RAS)

