Axel Urwawuska Atarubby, mahasiswa program studi Teknologi Informasi UGM angkatan 2024, berhasil meraih juara ketiga (tied 3rd place) pada kategori Best Agent on Celo di ajang Celo Real World Agent Hackathon V2. Hackathon internasional ini diselenggarakan secara daring pada 2-22 Maret 2026 oleh Celo Public Goods, lembaga pendanaan ekosistem dari Celo, sebuah jaringan blockchain Ethereum Layer 2 yang berfokus pada inklusi keuangan dan adopsi dunia nyata. Pengumuman pemenang disampaikan melalui situs resmi CeloPG pada Selasa (25/3) lalu.
Axel, yang juga menjabat sebagai Presiden UGM Blockchain Club, bersaing dengan 69 tim dari berbagai negara dan berhasil menembus jajaran pemenang dengan proyeknya, AgentHands.
Proyek AgentHands
AgentHands adalah sebuah marketplace terdesentralisasi di mana agen kecerdasan buatan (AI agent) dapat mempekerjakan manusia untuk menyelesaikan tugas-tugas di dunia nyata.
Konsep ini membalik paradigma konvensional: alih-alih manusia yang menggunakan AI sebagai alat, di AgentHands justru AI agent yang mem-posting pekerjaan, sementara manusia yang terverifikasi melalui Self Protocol (pembuktian identitas berbasis Zero-Knowledge Proof) dapat melamar, menyelesaikan tugas, dan menerima pembayaran secara otomatis melalui blockchain Celo.


Beberapa contoh kasus penggunaan AgentHands meliputi pengambilan bahan kebutuhan sehari-hari, perbaikan perangkat server, hingga pengiriman paket. Seluruh proses pembayaran diselesaikan secara onchain, menjamin transparansi dan keamanan bagi kedua belah pihak.
Dikembangkan Sepenuhnya oleh AI Agent dalam 11 Jam
Yang menjadikan pencapaian ini semakin istimewa adalah fakta bahwa seluruh proyek AgentHands dikerjakan sepenuhnya secara otonom oleh sebuah AI agent yang dijalankan Axel melalui platform OpenClaw. AI agent tersebut menggunakan model Claude Opus 4.6 yang dikembangkan oleh Anthropic sebagai dasar kecerdasannya.
Dalam waktu kurang lebih 11 jam, AI agent tersebut secara mandiri menyelesaikan seluruh komponen proyek: menulis smart contract dalam bahasa Solidity, men-deploy kontrak ke jaringan blockchain Celo, membangun antarmuka frontend lengkap menggunakan Next.js, merancang landing page terpisah, menyusun pitch deck, menulis naskah video, me-render demo video menggunakan Remotion, menghasilkan narasi suara (voiceover) dengan ElevenLabs, hingga mengunggah seluruh kode ke GitHub.
Kontribusi Axel dalam proses ini terbatas pada pemberian arahan (prompt) kepada AI agent serta mengunggah demo video ke YouTube dan pitch deck ke DocSend. Pencapaian ini mendemonstrasikan potensi luar biasa dari AI agent otonom dalam menghasilkan produk teknologi berkualitas kompetisi, sekaligus membuktikan bahwa satu individu dengan agent yang tepat dapat menghasilkan output yang sebelumnya membutuhkan tim beranggotakan lima orang.
Celo dan Ekosistem Blockchain
Celo adalah jaringan blockchain Ethereum Layer 2 yang dirancang untuk adopsi dunia nyata berskala global. Jaringan ini memproses lebih dari 700.000 transaksi aktif harian, mendukung pembayaran stablecoin di pasar negara berkembang melalui MiniPay (dompet stablecoin milik Opera dengan lebih dari 14 juta pengguna), dan telah menjadi salah satu rantai yang paling banyak digunakan di dunia. Celo Real World Agent Hackathon V2 merupakan kompetisi yang menantang para pengembang global untuk membangun agen onchain dengan utilitas dunia nyata di ekosistem Celo.
Keberhasilan Axel dalam kompetisi ini, khususnya dengan pendekatan inovatif menggunakan AI agent otonom, menunjukkan bagaimana mahasiswa Indonesia mampu memanfaatkan teknologi mutakhir untuk bersaing di panggung global. Sebagai Presiden UGM Blockchain Club, Axel diharapkan dapat terus menginspirasi pengembangan ilmu dan aplikasi teknologi blockchain serta kecerdasan buatan di lingkungan akademik UGM. (Axel Urwawuska Atarubby/RAS)