Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), kembali menyelenggarakan kegiatan Studium Generale pada Jumat (06/03) di Ruang Kuliah E6 DTETI FT UGM. Pada pertemuan kali ini, tema yang diangkat adalah “Systematic Planning and Resilience.” Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Ibnu Fadhl Bagus Basuki, S.T., MBA, CFP, Komisaris PT Koiren Teknik Indonesia yang juga merupakan alumnus DTETI angkatan 2010. Dalam kuliah umum tersebut, Ibnu Fadhl Bagus Basuki berbagi pengalaman mengenai perjalanan kariernya setelah lulus dari DTETI UGM serta pandangannya tentang pentingnya perencanaan yang matang dalam mencapai tujuan hidup dan profesional. Sebagai alumni yang kini aktif di berbagai bidang industri dan kewirausahaan, ia mendorong mahasiswa untuk mulai memikirkan arah karier sejak dini serta mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk mencapainya.
Dalam pemaparannya, Ibnu menjelaskan bahwa banyak orang menetapkan tujuan besar tanpa terlebih dahulu memahami sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu, ia memperkenalkan konsep resource-based planning, yaitu pendekatan perencanaan yang dimulai dari identifikasi sumber daya yang tersedia, seperti keterampilan, pengalaman, jaringan, waktu, serta kondisi finansial. Dengan memahami potensi diri dan sumber daya yang dimiliki, seseorang dapat menyusun strategi yang lebih realistis dalam mencapai target yang diinginkan. Ia juga memberikan contoh sederhana mengenai perencanaan dalam dunia usaha, di mana target dan strategi dapat disusun berdasarkan kapasitas produksi, biaya, serta peluang pasar yang ada. Melalui pendekatan tersebut, seseorang dapat mengelola sumber daya secara lebih efektif dan menghindari penetapan tujuan yang tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Selain membahas perencanaan, Ibnu juga menyoroti pentingnya resiliensi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan karier. Ia menjelaskan bahwa tidak semua rencana akan berjalan sesuai harapan. Oleh karena itu, kemampuan untuk beradaptasi, bangkit dari kegagalan, dan terus melangkah maju menjadi faktor penting dalam perjalanan menuju kesuksesan. Menurutnya, keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh rencana yang paling sempurna, tetapi oleh kemampuan seseorang untuk tetap bertahan dan belajar dari setiap pengalaman. Sebagai alumni DTETI, Ibnu juga mengajak mahasiswa untuk mengenali potensi diri serta nilai-nilai inti (core values) yang menjadi kompas dalam menentukan pilihan hidup. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki perjalanan yang berbeda, sehingga membandingkan diri dengan orang lain justru dapat menghambat proses pengembangan diri.
Pada bagian akhir, Ibnu menekankan pentingnya keberadaan support system seperti keluarga, pasangan, dan lingkungan profesional dalam membantu seseorang menghadapi tantangan hidup. Ia juga mengingatkan bahwa perencanaan yang baik perlu disertai dengan usaha yang konsisten, doa, serta sikap tawakal dalam menjalani setiap proses. Melalui kegiatan ini, DTETI UGM berharap kehadiran alumni sebagai narasumber dapat memberikan inspirasi sekaligus gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai perjalanan karier setelah lulus. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan akademik dan teknis di bidang keteknikan, tetapi juga motivasi untuk merencanakan masa depan secara sistematis serta membangun ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan. (EFJ)