Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menggelar diskusi bersama alumni di Rampstar Kitchen, Slipi, Jakarta, pada Kamis (2/7). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban ini dihadiri oleh jajaran pengurus DTETI serta sekitar 20 alumni dari berbagai angkatan, mulai dari angkatan 1994 hingga 2013. Acara dibuka oleh Sekretaris Jenderal Keluarga Alumni Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Gadjah Mada (KATETIGAMA), Indra Nusyirwan, dan turut dihadiri Ketua Umum KATETIGAMA, Lingga Wardhana.
Alumni DTETI
Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melakukan kunjungan industri ke PT Global Futura Sinergi (GFS) pada Rabu (2/7) untuk membahas penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri, khususnya dalam pengembangan talenta, program magang, serta ekosistem startup. Pertemuan ini menjadi wadah diskusi mengenai pentingnya membangun sinergi yang mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Dalam sambutannya, Donny Lesmana, pendiri PT Global Futura Sinergi sekaligus alumni Teknik Elektro UGM angkatan 1999, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, namun masih diperlukan upaya untuk memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dan industri, khususnya di ekosistem startup. Menurutnya, mahasiswa perlu didorong untuk memiliki pola pikir sebagai problem solver yang mampu menciptakan solusi melalui inovasi, bukan semata-mata berorientasi mencari pekerjaan. Ia juga menekankan bahwa membangun startup bukan hanya tentang memperoleh pendanaan, melainkan tentang keberanian mengembangkan solusi baru. Oleh karena itu, mahasiswa perlu belajar tidak hanya dari success stories, tetapi juga dari failure stories sebagai bagian penting dari proses berinovasi. Donny juga mengajak mahasiswa untuk mulai melihat berbagai sektor yang berpotensi didisrupsi melalui inovasi teknologi, karena perubahan besar sering kali justru lahir dari perspektif baru di luar industri tersebut. Ketua Departemen, Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, S.T., M.E., Ph.D., IPM., SMIEEE., memaparkan arah pengembangan Kurikulum 2026 yang menitikberatkan pada penguatan keterlibatan industri melalui program magang (internship) dan capstone project. Menurutnya, kedua skema tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sekaligus memperkuat kesiapan lulusan dalam memasuki dunia kerja. DTETI juga membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan, termasuk perusahaan yang didirikan maupun dikelola oleh alumni, sebagai mitra penyelenggara magang dan capstone project. Selain itu, DTETI juga tengah mengembangkan basis data perusahaan milik alumni untuk memperluas jejaring mitra industri bagi mahasiswa.
Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), kembali menyelenggarakan kegiatan Studium Generale pada Jumat (06/03) di Ruang Kuliah E6 DTETI FT UGM. Pada pertemuan kali ini, tema yang diangkat adalah “Systematic Planning and Resilience.” Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Ibnu Fadhl Bagus Basuki, S.T., MBA, CFP, Komisaris PT Koiren Teknik Indonesia yang juga merupakan alumnus DTETI angkatan 2010. Dalam kuliah umum tersebut, Ibnu Fadhl Bagus Basuki berbagi pengalaman mengenai perjalanan kariernya setelah lulus dari DTETI UGM serta pandangannya tentang pentingnya perencanaan yang matang dalam mencapai tujuan hidup dan profesional. Sebagai alumni yang kini aktif di berbagai bidang industri dan kewirausahaan, ia mendorong mahasiswa untuk mulai memikirkan arah karier sejak dini serta mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk mencapainya.
Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), kembali menggelar Studium Generale pada Jumat (20/02) di Ruang Kuliah E6 DTETI FT UGM. Pada pertemuan kedua semester ini, tema yang diangkat adalah “Digital Forensik dan Kariernya di Era Digital”. Sebagai narasumber dalam kesempatan ini adalah Josua M. Sinambela, M.Eng., CEO PT Analis Forensik Digital sekaligus alumnus DTETI angkatan 2000. Dalam pemaparannya, Josua menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang sangat cepat membawa konsekuensi munculnya berbagai modus kejahatan baru di ruang digital. Di sinilah peran digital forensik menjadi krusial, yakni untuk menelusuri, menganalisis, dan memastikan keabsahan bukti digital agar dapat digunakan dalam proses hukum.
Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), menyelenggarakan kegiatan Studium Generale pada Jumat (13/02) bertempat di Ruang Kuliah E6 DTETI FT UGM. Kegiatan ini mengangkat tema “Work–Life Balance is a Marathon: Seni Menjaga Pace Agar Tidak Burnout”. Studium generale merupakan mata kuliah wajib di DTETI yang bertujuan untuk memberikan wawasan di luar ilmu keteknikan serta meningkatkan soft skills mahasiswa. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa dibekali perspektif praktis dengan menghadirkan praktisi profesional dari luar kampus yang berbagi pengalaman nyata terkait dunia kerja, pengembangan karier, dan kehidupan profesional. Kegiatan ini menjadi pertemuan pertama dari rangkaian kuliah Studium Generale semester ini dan diikuti oleh sekitar 200 mahasiswa DTETI, dengan mayoritas peserta berasal dari angkatan 2022. Peserta terdiri atas mahasiswa Program Studi Teknik Elektro (S1), Teknik Biomedis (S1), dan Teknologi Informasi (S1).
Suasana hangat dan penuh nostalgia menyelimuti DTETI FT UGM khususnya di Ruang E6 Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), saat sekitar 40 alumni Teknik Elektro angkatan 2000 berkumpul kembali dalam acara Reuni Perak Alumni Teknik Elektro 2000: Merajut Memory di Kampus UGM pada Sabtu (20/8) yang lau. Acara dimulai pada siang hari dengan registrasi, makan bersama, serta sholat berjamaah di Masjid Teknik UGM. Setelah itu para alumni diajak menyusuri kembali ruang-ruang laboratorium yang dahulu menjadi saksi perjuangan mereka menimba ilmu, mulai dari Laboratorium Instalasi, Laboratorium Informatika, hingga Laboratorium Sistem Frekuensi Tinggi. Kegiatan lab tour ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat perkembangan infrastruktur, fasilitas, dan penelitian di DTETI yang kini semakin maju dan relevan dengan kebutuhan zaman.