Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menggelar diskusi bersama alumni di Rampstar Kitchen, Slipi, Jakarta, pada Kamis (2/7). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban ini dihadiri oleh jajaran pengurus DTETI serta sekitar 20 alumni dari berbagai angkatan, mulai dari angkatan 1994 hingga 2013. Acara dibuka oleh Sekretaris Jenderal Keluarga Alumni Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Gadjah Mada (KATETIGAMA), Indra Nusyirwan, dan turut dihadiri Ketua Umum KATETIGAMA, Lingga Wardhana.
Dalam sambutannya, Ketua Departemen, Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, S.T., M.E., Ph.D., IPM., SMIEEE., memperkenalkan jajaran pengurus departemen sekaligus menyampaikan perkembangan DTETI, termasuk implementasi Kurikulum 2026 yang menghadirkan program magang selama enam bulan sebagai bagian dari kegiatan akademik. Program tersebut dirancang untuk memperkuat keterlibatan mahasiswa dengan dunia industri sehingga lulusan memiliki pengalaman profesional yang lebih baik dan semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja. Selanjutnya, Sekretaris Departemen, Ir. Lesnanto Multa Putranto, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., SMIEEE., memaparkan profil departemen beserta berbagai capaian yang telah diraih DTETI dalam bidang pendidikan, penelitian, dan kerja sama. Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh masing-masing ketua program studi yang menjelaskan perkembangan program pendidikan, arah pengembangan kurikulum, serta berbagai program strategis yang sedang dijalankan.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan para alumni dari berbagai bidang profesi. Berbagai masukan disampaikan terkait pengembangan kurikulum agar semakin selaras dengan kebutuhan industri, penguatan kolaborasi melalui program magang dan capstone project, serta peningkatan keterlibatan alumni dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Alumni juga menyampaikan pentingnya memperluas jejaring kemitraan dengan perusahaan sehingga mahasiswa memperoleh lebih banyak kesempatan belajar langsung dari dunia industri. Selain membahas aspek pendidikan, forum juga menjadi wadah bertukar gagasan mengenai peluang kolaborasi dalam penelitian terapan dan penyelesaian berbagai permasalahan nyata di dunia industri. Salah satu usulan yang mengemuka adalah pengembangan alat bantu pendeteksi arus pada kabel bawah tanah sebagai solusi yang lebih terjangkau untuk mendukung kebutuhan sektor industri. Para alumni menilai bahwa kompetensi dosen dan peneliti DTETI memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam menghasilkan inovasi yang dapat diimplementasikan secara langsung di masyarakat maupun industri.
Suasana diskusi yang terbuka dan konstruktif semakin memperkuat hubungan antara departemen dan alumni. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mempertegas peran alumni sebagai mitra strategis DTETI dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan jejaring kerja sama dengan berbagai sektor industri. Melalui kegiatan ini, DTETI FT UGM berharap sinergi yang telah terjalin dengan alumni dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh sivitas akademika. Keterlibatan alumni diharapkan mampu memperkuat implementasi program-program strategis departemen, memperluas peluang kolaborasi dengan industri, serta mendukung lahirnya lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menjawab tantangan perkembangan teknologi di masa depan. (EFJ/NDW)