Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melakukan kunjungan ke GE HealthCare Indonesia pada Kamis (2/7) untuk membahas peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Pertemuan ini menjadi forum diskusi mengenai perkembangan teknologi kesehatan yang semakin mengintegrasikan keahlian di bidang Teknik Elektro, Teknologi Informasi, dan Teknik Biomedis Ketua Departemen, Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, S.T., M.E., Ph.D., IPM., SMIEEE., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan industri merupakan langkah strategis untuk memastikan kurikulum dan proses pembelajaran tetap selaras dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja. Dalam kesempatan tersebut, DTETI memaparkan profil departemen, pengembangan kurikulum, serta program magang industri yang dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar di dunia profesional.
Sementara itu, CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo, memaparkan perkembangan industri kesehatan di Indonesia yang tengah mengalami transformasi pesat seiring kemajuan teknologi digital, artificial intelligence (AI), workflow automation, telemedicine, dan cybersecurity. Menurutnya, perkembangan tersebut membuka peluang yang semakin luas bagi lulusan Teknik Elektro, Teknologi Informasi, dan Teknik Biomedis untuk berkontribusi, mulai dari pengembangan perangkat medis, manufaktur, layanan teknis, solusi digital kesehatan, hingga riset dan pengembangan. Ia menambahkan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu industri yang terus bertumbuh dan membutuhkan talenta dengan kompetensi lintas disiplin. Oleh karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dan industri menjadi sangat penting untuk memberikan wawasan mengenai perkembangan dunia kerja sekaligus mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan industri kesehatan di masa depan. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, GE HealthCare juga memperkenalkan Innovation & Learning Hub di Jakarta sebagai pusat pelatihan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan mendukung pengembangan kapasitas mitra melalui berbagai program pembelajaran.

Diskusi juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara kompetensi teknis dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, integritas, dan pengalaman magang sebagai bekal lulusan memasuki dunia kerja. Kedua belah pihak mengidentifikasi sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan, antara lain penyelenggaraan kuliah umum, program magang mahasiswa, pemanfaatan Innovation & Learning Hub untuk kegiatan pelatihan, serta kolaborasi di bidang pendidikan dan penelitian. Melalui kunjungan ini, DTETI FT UGM dan GE HealthCare Indonesia berharap dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mendukung pengembangan pendidikan yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi dalam transformasi teknologi kesehatan di Indonesia. (EFJ/NDW)