Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melakukan kunjungan industri ke PT Global Futura Sinergi (GFS) pada Rabu (2/7) untuk membahas penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri, khususnya dalam pengembangan talenta, program magang, serta ekosistem startup. Pertemuan ini menjadi wadah diskusi mengenai pentingnya membangun sinergi yang mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Dalam sambutannya, Donny Lesmana, pendiri PT Global Futura Sinergi sekaligus alumni Teknik Elektro UGM angkatan 1999, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, namun masih diperlukan upaya untuk memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dan industri, khususnya di ekosistem startup. Menurutnya, mahasiswa perlu didorong untuk memiliki pola pikir sebagai problem solver yang mampu menciptakan solusi melalui inovasi, bukan semata-mata berorientasi mencari pekerjaan. Ia juga menekankan bahwa membangun startup bukan hanya tentang memperoleh pendanaan, melainkan tentang keberanian mengembangkan solusi baru. Oleh karena itu, mahasiswa perlu belajar tidak hanya dari success stories, tetapi juga dari failure stories sebagai bagian penting dari proses berinovasi. Donny juga mengajak mahasiswa untuk mulai melihat berbagai sektor yang berpotensi didisrupsi melalui inovasi teknologi, karena perubahan besar sering kali justru lahir dari perspektif baru di luar industri tersebut. Ketua Departemen, Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, S.T., M.E., Ph.D., IPM., SMIEEE., memaparkan arah pengembangan Kurikulum 2026 yang menitikberatkan pada penguatan keterlibatan industri melalui program magang (internship) dan capstone project. Menurutnya, kedua skema tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sekaligus memperkuat kesiapan lulusan dalam memasuki dunia kerja. DTETI juga membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan, termasuk perusahaan yang didirikan maupun dikelola oleh alumni, sebagai mitra penyelenggara magang dan capstone project. Selain itu, DTETI juga tengah mengembangkan basis data perusahaan milik alumni untuk memperluas jejaring mitra industri bagi mahasiswa.

Diskusi mengenai program magang turut memperlihatkan eratnya hubungan antara alumni DTETI dan pengembangan talenta mahasiswa. Trias Nur Rahman, alumni Teknik Elektro UGM angkatan 2010, membagikan pengalaman kolaborasi dengan DTETI melalui Duta Digital Nusantara yang selama beberapa tahun terakhir secara rutin menerima mahasiswa DTETI untuk melaksanakan kerja praktik. Menurutnya, beberapa mahasiswa bahkan melanjutkan kiprahnya setelah kerja praktik hingga berhasil membangun startup sendiri. Donny Lesmana menambahkan bahwa industri membutuhkan talenta muda yang membawa ide dan perspektif baru. Ia juga menilai durasi magang yang lebih panjang akan memberikan manfaat yang lebih optimal, baik bagi mahasiswa maupun perusahaan, sehingga PT Global Futura Sinergi membuka kesempatan bagi mahasiswa DTETI untuk mengikuti program magang maupun capstone project. Dalam sesi diskusi juga dibahas bahwa program magang dapat menjadi sarana early hiring bagi perusahaan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga kesempatan membangun jejaring profesional sejak dini. Donny menjelaskan bahwa perusahaan saat ini mulai memanfaatkan berbagai pendekatan seperti head hunting maupun bootcamp dalam proses rekrutmen talenta. Di sisi lain, perkembangan kecerdasan artifisial (AI) menjadi tantangan bagi dunia pendidikan sehingga lulusan perlu memiliki kompetensi yang mampu memberikan nilai tambah di luar kemampuan AI.
Menariknya, ekosistem PT Global Futura Sinergi juga diperkuat oleh kontribusi sejumlah alumni DTETI FT UGM yang mengembangkan berbagai perusahaan rintisan di bawah naungannya. Dalam kesempatan tersebut, GFS memperkenalkan startup yang tergabung dalam ekosistemnya, antara lain Duta Digital Nusantara, VhiSOMO, Cyberkarta, Lazio, Baiq App, Mitra Berkat Digital, PROREKA, Nova, dan Munio. Sebagian startup tersebut didirikan maupun dikelola oleh alumni DTETI yang kini aktif membangun inovasi di berbagai bidang, mulai dari transformasi digital, keamanan siber, digitalisasi ZISWAF, social commerce, layanan perjalanan, hingga community management platform. Para perwakilan startup juga memaparkan proses pengembangan produk, tantangan membangun perusahaan rintisan, serta berbagi pengalaman kepada rombongan DTETI melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Melalui kunjungan ini, DTETI FT UGM dan PT Global Futura Sinergi berharap dapat semakin memperkuat sinergi antara dunia akademik, industri, dan alumni dalam mendukung pengembangan pendidikan yang adaptif terhadap dinamika teknologi. Keterlibatan alumni sebagai pendiri perusahaan, mentor, sekaligus mitra industri diharapkan dapat memperluas peluang pembelajaran, magang, dan pengembangan karier bagi mahasiswa, sehingga menghasilkan lulusan yang inovatif, berdaya saing, serta siap berkontribusi dalam pengembangan ekosistem startup dan transformasi digital di Indonesia. (EFJ/NDW)