Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melakukan kunjungan akademik ke School of Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Universitas Prasetiya Mulya, Rabu (1/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring antarinstitusi sekaligus menjajaki peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kurikulum.
Delegasi DTETI FT UGM dipimpin oleh Ketua Departemen, Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., SMIEEE, bersama jajaran pengurus departemen. Rombongan disambut oleh pimpinan STEM Universitas Prasetiya Mulya yang dipimpin oleh Permata Nur Miftahur Rizki, Ph.D. selaku Dekan STEM, didampingi oleh Dr. Ihsan Iswaldi selaku Wakil Dekan II, Stevanus Wisnu Wijaya, Ph.D. selaku Co-Provost Universitas Prasetiya Mulya yang juga merupakan alumnus DTETI FT UGM angkatan 1994, para wakil dekan, ketua program studi, serta tim dosen dan staf.
Dalam sambutannya, Setavnus Wisnu menyampaikan bahwa banyak alumni UGM yang saat ini berkiprah sebagai dosen di Universitas Prasetiya Mulya. Ia juga menjelaskan komitmen universitas dalam memperkuat penelitian, khususnya di bidang energi terbarukan, sebagai salah satu fokus pengembangan melalui STEM. Pada kesempatan yang sama, Dekan STEM Universitas Prasetiya Mulya memaparkan profil dan perkembangan fakultas sejak berdiri pada tahun 2016. STEM mengembangkan pendidikan yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan kewirausahaan, dengan pendekatan pembelajaran yang mendorong mahasiswa menghasilkan solusi inovatif sekaligus mengembangkan bisnis berbasis teknologi. Pada kesempatan tersebut, Dekan STEM juga menyampaikan harapan agar kedua institusi dapat membangun kolaborasi yang lebih erat, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sesi pemaparan, DTETI FT UGM memperkenalkan profil departemen, penyelenggaraan program pendidikan, capaian akreditasi, kelompok bidang keahlian, serta implementasi Kurikulum 2026/2027 yang menghadirkan skema tugas akhir melalui individual project dan capstone project untuk memperkuat pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi dengan industri. Diskusi berlangsung interaktif, mencakup implementasi kurikulum, pelaksanaan capstone project, penguatan soft skills mahasiswa, peningkatan partisipasi perempuan di bidang STEM, serta praktik baik kemitraan dengan industri. Salah satu fokus utama pembahasan adalah peluang kerja sama di bidang renewable energy engineering, meliputi kolaborasi riset, pengembangan teknologi energi terbarukan, pengembangan kurikulum, mata kuliah, dan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Sebagai tindak lanjut, STEM Universitas Prasetiya Mulya berencana mengadakan diskusi teknis lanjutan untuk mematangkan peluang kolaborasi tersebut.
Kegiatan diakhiri dengan kunjungan ke laboratorium STEM Universitas Prasetiya Mulya yang memberikan gambaran mengenai fasilitas pendidikan dan penelitian sekaligus membuka peluang kolaborasi riset di masa depan. Kunjungan ini diharapkan menjadi awal kemitraan strategis yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi teknologi. (EFJ/NDW)