Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Inbound Program pada 4–8 Agustus 2025 di Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Yogyakarta. Program ini menjadi wadah kolaborasi internasional yang melibatkan 60 mahasiswa, terdiri dari 30 mahasiswa DTETI UGM dan 30 mahasiswa dari Universiti Malaya.
Kegiatan diawali pada Senin (4/8) dengan kedatangan peserta di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), yang kemudian dilanjutkan dengan proses transfer dan check-in di MIC Residence UGM. Pada hari berikutnya, Selasa (5/8), peserta mengikuti rangkaian kegiatan akademik yang dimulai dengan tur fakultas dan departemen, mencakup area Engineering Research and Innovation Center (ERIC), Smart and Green Learning Center (SGLC), serta fasilitas DTETI.
Acara pembukaan secara resmi dilaksanakan di DTETI UGM sebelum peserta memasuki sesi pembelajaran utama. Pada hari pertama kegiatan akademik, peserta mengikuti Course Module 1 bertema Internet of Things (IoT) berjudul Uro-Monitor: Sistem Pemantauan Kateter Cerdas Berbasis IoT dengan Deteksi Hematuria Real-Time. Modul ini dipandu oleh Dr.Eng. Igi Ardiyanto, S.T., M.Eng. bersama tim, dengan fokus pada pengembangan sistem kesehatan berbasis sensor dan pemantauan real-time.

Selanjutnya, pada Rabu (6/8), peserta mengikuti Course Module 2 yang mengangkat tema Artificial Intelligence (AI) dengan topik Cassava Leaf Disease Detection. Dalam modul ini, peserta mempelajari penerapan deep learning untuk mendeteksi penyakit pada daun singkong melalui pengolahan citra digital, sebagai salah satu implementasi AI di bidang pertanian.
Kegiatan akademik ditutup dengan sesi penutupan yang dilaksanakan di Ruang S110 DTETI UGM. Selain pembelajaran di kelas, program ini juga dilengkapi dengan kegiatan rekreatif pada Kamis (7/8), yaitu kunjungan ke Pantai Timang. Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antar peserta sekaligus memperkenalkan potensi wisata lokal Yogyakarta. Program ditutup pada Jumat (8/8) dengan kepulangan peserta melalui Bandara Internasional Yogyakarta.
Melalui Inbound Program ini, DTETI UGM tidak hanya memberikan pengalaman pembelajaran berbasis praktik di bidang IoT dan AI, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk membangun jejaring internasional dan memperkuat kolaborasi lintas budaya. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mendorong inovasi teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat. (RAS)
