• Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik
  • Webmail
  • Pusat TI
Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Depan
  • Profil
    • Sejarah DTETI
    • Visi Misi Tujuan
    • Pengelola
    • Tenaga Pendidik
  • Program Studi
    • Program Sarjana Program Studi Teknik Elektro
    • Program Sarjana Program Studi Teknologi Informasi
    • Program Sarjana Program Studi Teknik Biomedis
    • Program Magister Program Studi Teknik Elektro
    • Program Magister Program Studi Teknologi Informasi
    • Program Doktor Program Studi Teknik Elektro
    • International Undergraduate Program
  • Penelitian
    • Grup Penelitian
    • Laboratorium Penelitian
  • Evaluasi Diri
    • Evaluasi Diri
    • Hasil Evaluasi Diri
    • Hasil Survei Layanan FT
  • Fasilitas
    • Sumber Daya dan Sistem Informasi
    • Layanan Kesehatan
    • Perpustakaan
    • Denah Ruangan
  • IUP
  • Beranda
  • Berita
  • Workshop Power System Bahas Kesiapan Indonesia Hadapi Transisi Energi

Workshop Power System Bahas Kesiapan Indonesia Hadapi Transisi Energi

  • Berita
  • 9 May 2025, 03.00
  • Oleh: Rasya Swarnasta
  • 0

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, UGM bersama Magatrika UGM bekerja sama dengan PT Wärtsilä Indonesia mengadakan workshop mengenai power system pada Jum’at (9/5). Workshop ini bertajuk “Ensuring Grid Reliability in Modern Power Systems” yang diselenggarakan di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC) UGM.

Acara ini menghadirkan dua pembicara dari PT Wärtsilä Indonesia—Wiwin Suhendri (Senior Business Development Manager) dan Febron Siregar (Sales Director)—serta sambutan pembuka oleh Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU., Guru Besar UGM dalam bidang operasi dan perencanaan sistem tenaga. Kegiatan ini dihadiri oleh para sivitas akademika DTETI yang terdiri dari berbagai jenjang dari Sarjana, Magister, dan Doktor, menjadi ruang diskusi penting bagi para pelaku dan pemikir sistem tenaga nasional dalam menghadapi tantangan transisi energi.

Dalam sambutannya, Prof. Sarjiya menekankan pentingnya pemahaman praktis dalam pendidikan sistem tenaga. “Selama ini, di kelas kita banyak bicara aspek teoretis. Workshop seperti ini penting untuk membuka wawasan tentang realitas industri dan teknologi terkini,” ujarnya.

Wiwin Suhendri dari Wärtsilä menjelaskan bahwa perusahaannya telah berkontribusi hampir 5 GW kapasitas pembangkit listrik di Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Namun, ia menyoroti bahwa belum ada regulasi di Indonesia yang memungkinkan bisnis grid assurance services, atau penyedia layanan khusus untuk menjaga kestabilan jaringan listrik. “Di negara lain, pembangkit bisa dibayar untuk siap siaga menjaga kestabilan. Dipakai atau tidak, mereka tetap dibayar. Di Indonesia, semuanya masih ditanggung PLN. Kita butuh undang-undang yang mengatur ini,” kata Wiwin.

Menurutnya, kebutuhan ini semakin mendesak karena meningkatnya penggunaan energi terbarukan seperti surya dan angin yang bersifat fluktuatif. “Demand (beban) boleh fluktuatif, tapi suplai tidak boleh,” tegasnya.

Opening Speech Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU.

Febron Siregar mengakui bahwa Indonesia masih tertinggal dalam aspek inersia sistem tenaga, yang penting untuk menjaga kestabilan frekuensi listrik. Namun, ia menyoroti sisi positif dari peningkatan kecepatan respons terhadap fluktuasi beban. “Sekarang, dalam dua siklus saja beban sudah kembali stabil. Di tempat lain butuh 3–4 siklus. Ini menunjukkan sistem kita semakin adaptif terhadap perubahan,” jelasnya.

Sesi terakhir workshop juga membahas tren transisi energi di Asia Tenggara, termasuk perlombaan menuju emisi karbon nol (zero carbon emission). Semua negara di kawasan, termasuk Indonesia, sedang menambah porsi energi non-fosil seperti panel surya dan turbin angin. Namun, transisi ini tidak cukup hanya dengan menambah kapasitas energi terbarukan. Harus ada ekosistem pendukung, termasuk regulasi, sistem kontrol frekuensi, dan pembangkit siaga untuk memastikan keandalan sistem tetap terjaga.

Workshop ini menjadi pengingat penting bahwa sains dan teknologi harus diterapkan, bukan hanya dipelajari. Seperti yang dikatakan pembawa acara pada pembuka workshop, “Science without engineering is just philosophy. It’s always about making science happen.” (RAS)

Tags: Fakultas Teknik UGM IKU IKU 4: Praktisi Mengajar di Dalam Kampus IKU 6: Program Studi Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia IKU 7: Kelas yang Kolaboratif dan Partisipatif SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur SDGs

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Pencarian

Berita Terkini

  • Mahasiswa Teknologi Informasi UGM Raih Terbaik III Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an pada MTQ Nasional XXXI
    October 14, 2026
  • DTETI UGM Kaji Sistem Proteksi dan Interkoneksi Kelistrikan PHR–PLN melalui Back-to-Back Converter
    October 12, 2026
  • Mahasiswa DTETI UGM dan Tim Raih Cactus Prize pada The Gemma 4 Good Challenge 2026
    September 18, 2026
  • Mahasiswa UGM Kembangkan PelletQ-AI, Sistem Produksi Pakan Ikan Berbasis AI yang Terintegrasi dengan Web
    September 7, 2026
  • Betty Zuanon (Magister Teknik Elektro dari Prancis)
    September 1, 2026
  • Godwin Amoako-Atta, Mahasiswa Asal Ghana, Tuntaskan Studi Magister dalam Tiga Semester
    September 1, 2026
  • Dosen DTETI Wakili UGM Terima Indonesia Solar Award 2026
    August 27, 2026
  • Dari Tech to Impact: Fajar Sidik Kelana Ajak Mahasiswa DTETI UGM Mengubah Ide Menjadi Inovasi Berdampak
    August 21, 2026
  • Pelepasan Wisuda Sarjana Agustus 2026: 142 Lulusan DTETI FT UGM Siap Menulis Cerita Baru
    August 20, 2026
  • Mahasiswa DTETI UGM Ikuti NL–SEA Semiconductor Talent Programme 2026
    August 20, 2026
  • Dari Dunia Industri ke Riset Akademik, Robin Pranoto Selesaikan Studi Magister by Research di DTETI FT UGM
    August 13, 2026
  • DTETI FT UGM Dukung Pengembangan Sistem Monitoring Alat Penyerap Karbon Dioksida Berbasis IoT
    August 10, 2026
  • Workshop LabVIEW with AI Bersama HaliaTECH Perkenalkan Integrasi AI dalam Instrumentasi Modern
    July 29, 2026
  • Tumiran, Pakar Energi UGM, Soroti Pentingnya Transformasi Sistem Kelistrikan Indonesia
    July 28, 2026
  • Raih Dua Medali Perak pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup VII Tahun 2026
    July 24, 2026
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika No. 2 Kampus UGM Yogyakarta, 55281
teti@ugm.ac.id
+62 (274) 552305
+62 (274) 552305

Program Studi

  • Program Sarjana Program Studi Teknik Elektro
  • Program Sarjana Program Studi Teknologi Informasi
  • Program Sarjana Program Studi Teknik Biomedis
  • Program Magister Program Studi Teknik Elektro
  • Program Magister Program Studi Teknologi Informasi
  • Program Doktor Program Studi Teknik Elektro
  • International Undergraduate Program

Akademi dan Training

  • Cisco Networking Academy
  • Microsoft Inovation Center
  • Schneider Training Center

Kemahasiswaan & Alumni

  • KMTETI
  • KATETIGAMA

Media Sosial

  • Youtube
  • Instagram
  • Facebook

© Universitas Gadjah Mada

KMTETIKATETIGAMA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY