Tim Program Kreativitas Mahasiswa–Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PKM-PI) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil merealisasikan PelletQ-AI, sebuah sistem produksi pakan ikan yang mengintegrasikan platform web, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan mesin produksi pelet otomatis. Inovasi ini dikembangkan untuk membantu pembudidaya menghasilkan pakan ikan secara mandiri melalui proses formulasi dan produksi yang terintegrasi, sehingga mampu menekan biaya produksi sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi ikan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Pengembangan PelletQ-AI berangkat dari permasalahan yang dihadapi mitra, yaitu Budidaya Lele Pak Nanang di Kalurahan Sumbersari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam usaha budidaya lele, biaya pakan masih menjadi komponen terbesar yang mencapai lebih dari 60–70 persen dari total biaya produksi. Kenaikan harga pakan komersial yang tidak diimbangi dengan peningkatan harga jual ikan menyebabkan keuntungan pembudidaya semakin menurun sehingga ketergantungan terhadap pakan komersial masih sangat tinggi.
SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam tim An-Tech Jogja berhasil meraih Juara 1 pada ajang International Design-A-Thon (Proto-A-Thon) BINUS Bekasi yang dilaksanakan pada Kamis (4/6) hingga Jumat (5/6) lalu. Kompetisi ini mengusung format 12-hour live challenge, di mana peserta ditantang untuk merancang dan mempresentasikan solusi inovatif dalam waktu terbatas guna menjawab berbagai permasalahan nyata di masyarakat dan industri.
Tim An-Tech Jogja beranggotakan Hanifah Putri Ariani (Teknologi Informasi 2022), Ken Bima Satria Gandasasmita (Ilmu Komputer 2023), serta Muhammad Ruhul Jadid dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Kolaborasi lintas disiplin dan lintas perguruan tinggi tersebut berhasil menghasilkan solusi yang dinilai unggul oleh dewan juri.
Mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), menorehkan prestasi di tingkat internasional. Muhammad Zidane Septian Irsyadi, mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi angkatan 2022, bersama tim lintas disiplin yang tergabung dalam Tim Metafora, berhasil meraih First Place (Juara 1) pada ajang International Paper Innovation Contest (IPIC) – Civil Engineering Innovation Contest (CEIC) Season XIV.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil Universitas Diponegoro (HMS UNDIP) ini merupakan ajang inovasi berskala internasional yang berfokus pada pengembangan solusi infrastruktur berkelanjutan. Mengusung tema “Constructing Innovative Ideas with Sustainability and Net-Zero Emission Approach Towards Impactful Solutions for Community Betterment”, kompetisi ini mendorong mahasiswa untuk menghadirkan gagasan inovatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Tim GamaXnergy yang terdiri dari Bagus Aldiguna, Halomoan Lyon Gregorius, dan Irma Nur Cahyani (Teknik Elektro 2023) berhasil meraih Juara 1 (Best Innovation) pada ajang FertInnovation Challenge 2025 kategori Plant & Process Engineering.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) ini merupakan ajang inovasi berskala nasional yang terbuka bagi mahasiswa, start-up, hingga dosen dari seluruh Indonesia. Pada tahun 2025, kompetisi ini diikuti oleh 890 tim, sehingga menjadikannya salah satu kompetisi inovasi industri dengan tingkat persaingan yang sangat ketat.
Mahasiswa Program Doktor Teknik Elektro, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Wahri Sunanda, menjalani ujian tertutup promosi doktor pada Kamis (29/1) pukul 13.00 WIB, bertempat di Ruang Multifunction 1, Gedung Smart and Green Learning Center (SGLC) Lantai 3, FT UGM.
Ujian tertutup disertasi ini dipimpin oleh Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., SMIEEE. selaku Ketua Penguji, serta dihadiri Prof. Dr. Eng. Ir. F. Danang Wijaya, S.T., M.T., IPM. selaku Ketua Program Studi Doktor Teknik Elektro. Sebagai promotor adalah Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU., Prof. Dr. Ir. Sasongko Pramono H, DEA., IPU., dan Dr. Ir. M. Isnaeni BS, M.T. Adapun tim dosen penguji meliputi Ir. Lesnanto Multa Putranto, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., SMIEEE., Husni Rois Ali, S.T., M.Eng., Ph.D., DIC., SMIEEE., Dr.-Ing. Ir. Yohan Fajar Sidik, S.T., M.Eng., serta Dr. Ir. Suroso Isnandar, S.T., M.Sc., IPU, ASEAN Eng., QRMP, QCRO, QRGP., Direktur Manajemen Proyek & Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero). Kehadiran Dr. Suroso sebagai penguji dari kalangan praktisi industri di luar kampus turut memberikan perspektif profesional dan kebutuhan riil sektor ketenagalistrikan nasional, sehingga proses pengujian tidak hanya menilai kontribusi akademik, tetapi juga relevansi implementatif hasil riset terhadap dunia industri.
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan prestasi di kancah nasional. Tim Koopa Troopa, yang beranggotakan Fatakhillah Yusro (Teknik Elektro 2022) dan Rafael Wicaksono Hadi (Ilmu Aktuaria 2022), berhasil meraih 1st Winner (Juara 1) pada Business Case Competition Ideanation 2025 yang diselenggarakan oleh BEM Sekolah Bisnis IPB. Pengumuman pemenang diinformasikan pada Rabu (19/11) lalu.
Kompetisi tingkat nasional ini menguji kemampuan peserta dalam menganalisis dan merancang solusi bisnis melalui studi kasus nyata dari industri. Pada tahap preliminary dan semi-final, Tim Koopa Troopa diminta merancang produk asuransi untuk carbon credit, dituangkan dalam bentuk proposal, pitch deck, dan video penjelasan. Sementara pada babak final, tantangan meningkat signifikan, yakni peserta harus merancang produk asuransi untuk kendaraan listrik (EV) secara real-time selama 7 jam tanpa akses internet dan tanpa kalkulator, hanya bermodalkan data dan literatur yang disediakan panitia.
Prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM. Fatakhilah Yusro (Teknik Elektro 2022) berhasil meraih Juara 1 dalam ajang 3 Minutes Talk yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik UGM dalam rangkaian acara Teknik Fair pada Sabtu (15/11) lalu.
Ajang 3 Minutes Talk merupakan kompetisi tingkat fakultas yang diikuti oleh mahasiswa dari seluruh departemen di lingkungan Fakultas Teknik UGM. Pada tahap awal seleksi, peserta diminta mengirimkan video berdurasi tiga menit yang menjelaskan ide inovatif yang pernah dikembangkan dalam ajang lomba, penelitian, tugas besar, maupun proyek independen. Setelah melalui proses penilaian, peserta diseleksi menjadi 21 terbaik, lalu disaring kembali menjadi 4 finalis untuk mempresentasikan idenya secara langsung di panggung Teknik Fair. Tantangan utama kompetisi ini terletak pada kemampuan peserta untuk menyampaikan gagasan kompleks secara jelas, singkat, menarik, dan mudah dipahami dalam waktu hanya tiga menit.
Mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTETI FT UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang inovasi teknologi industri. Tim Prapertung, yang beranggotakan Albi Fauzan Muftihadi (Teknik Elektro 2022), Eduardus Bagus Wicaksono (Teknologi Informasi 2022), Farel Sijabat (Teknik Elektro 2022), dan Fatakhilah Yusro (Teknik Elektro 2022, ketua tim), berhasil meraih Juara 2 dalam Siemens Next-Gen Student Competition (NGSC) 2025. Perlombaan ini diluncurkan akhir September dan pengumumannya diinformasikan pada Jum’at (7/11) lalu.
Mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Tim Fatatang, yang diketuai oleh Fatakhilah Yusro (Teknik Elektro 2022), berhasil meraih 1st Winner (Juara 1) dalam Lomba Karya Tulis Inovasi WattNext by PLN Mobile 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh PLN Mobile, bertempat di Universitas Jenderal Soedirman, Surakarta, pada Rabu (5/11) lalu.
WattNext by PLN Mobile merupakan lomba inovasi nasional yang menantang peserta untuk menyampaikan ide kreatif berbasis teknologi Internet of Things (IoT) demi menjawab kebutuhan strategis di industri dan sektor agrikultur. Peserta harus menuangkan gagasan dalam bentuk proposal, poster, serta materi presentasi, yang kemudian dinilai langsung oleh panel juri dari kalangan industri dan akademisi. Ajang ini diikuti oleh 122 tim dari 33 perguruan tinggi di Indonesia, menunjukkan tingginya daya saing kompetisi.
Indonesia menerapkan kebijakan mandatori campuran bioetanol 10% pada bahan bakar (E10). Disampaikan oleh Kementerian ESDM pada Jum’at (24/10) lalu, kebutuhan tahunan untuk memenuhi E10 adalah sekitar 1,4 juta kL etanol. Mengenai hal ini, Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU., dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi sekaligus Direktur Engineering Research and Innovation Center (ERIC) FT UGM dan Pakar Energi UGM, memberikan pandangannya. Ia menyampaikan dalam wawancara Investor Market Today BeritaSatu, bahwa kebijakan ini merupakan langkah baik menuju kemandirian energi, tetapi membutuhkan kesiapan menyeluruh dari hulu ke hilir.