Mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Tim Fatatang, yang diketuai oleh Fatakhilah Yusro (Teknik Elektro 2022), berhasil meraih 1st Winner (Juara 1) dalam Lomba Karya Tulis Inovasi WattNext by PLN Mobile 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh PLN Mobile, bertempat di Universitas Jenderal Soedirman, Surakarta, pada Rabu (5/11) lalu.
WattNext by PLN Mobile merupakan lomba inovasi nasional yang menantang peserta untuk menyampaikan ide kreatif berbasis teknologi Internet of Things (IoT) demi menjawab kebutuhan strategis di industri dan sektor agrikultur. Peserta harus menuangkan gagasan dalam bentuk proposal, poster, serta materi presentasi, yang kemudian dinilai langsung oleh panel juri dari kalangan industri dan akademisi. Ajang ini diikuti oleh 122 tim dari 33 perguruan tinggi di Indonesia, menunjukkan tingginya daya saing kompetisi.
Dalam perlombaan ini, Tim Fatatang mengusulkan inovasi automasi sistem hidroponik berbasis SWRO (Seawater Reverse Osmosis) dan panel surya untuk mendukung kemandirian pangan di pulau-pulau terpencil. Sistem yang dikembangkan mendorong pemanfaatan air laut sebagai sumber irigasi hidroponik melalui teknologi desalinasi hemat energi, ditenagai oleh PLTS, serta dipadukan dengan kendali IoT untuk manajemen nutrisi dan pemantauan tanaman secara real-time. Inovasi ini berpotensi memperkuat ketahanan pangan masyarakat pulau, sekaligus mengurangi ketergantungan logistik dan risiko gagal pasok akibat jarak dan cuaca.
Pada tahap preliminary, Tim Fatatang berhasil menduduki peringkat 1, bersama empat finalis lainnya yang semuanya terdiri dari tiga orang. Meski tampil sebagai peserta tunggal dalam timnya, Fatakhilah mampu menunjukkan performa luar biasa mulai dari penyusunan proposal hingga presentasi final di hadapan juri.
Atas prestasinya, Tim Fatatang berhak membawa pulang uang tunai, trofi, dan sertifikat, sekaligus mengharumkan nama UGM pada kompetisi inovasi energi dan pangan tingkat nasional tersebut. (RAS)