Delegasi Universitas Gadjah Mada terus mengembangkan kolaborasi akademik dan riset internasional melalui kerja sama strategis dengan Chiba University pada Rabu (15/4) dan Tokai University pada Kamis (16/4). Inisiatif ini berfokus pada penguatan riset berbasis laboratorium serta pengembangan kapasitas akademik mahasiswa pascasarjana melalui skema supervisi bersama.
Delegasi UGM dipimpin oleh Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. selaku Dekan Fakultas Teknik, bersama jajaran pimpinan fakultas dan departemen, yaitu Prof. Ir. Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ACPE., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama; Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., SMIEEE., Ketua Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi; beserta dosen DTETI, Ir. Azkario Rizky Pratama, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM. dan dosen dari Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Dr. Yani Rahmawati, S.T., M.T.
Pada kunjungan ke Chiba University, delegasi UGM berdiskusi dengan Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo dari Center for Environmental Remote Sensing serta Prof. Masahiro Takei dari Center for Frontier Medical Engineering. Sementara itu, pada pertemuan dengan Tokai University, diskusi dilakukan bersama Prof. Kazuhiko Hamamoto dari Department of Information Media Technology, School of Information and Telecommunication Engineering.

Salah satu fokus utama kerja sama adalah implementasi skema joint supervision bagi mahasiswa pascasarjana UGM. Melalui skema ini, mahasiswa akan memperoleh bimbingan akademik dari dosen pembimbing di UGM sekaligus profesor di universitas mitra di Jepang. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penelitian melalui akses terhadap fasilitas laboratorium internasional, penguatan keahlian teknis, serta perspektif multidisipliner.
Selain supervisi bersama, kedua pihak juga membahas pengembangan research exchange program berbasis laboratorium. Program ini memungkinkan mahasiswa UGM terlibat langsung dalam kegiatan penelitian di laboratorium mitra di Jepang untuk jangka waktu tertentu, sehingga mahasiswa dapat memperdalam kompetensi teknis, berpartisipasi dalam proyek riset internasional, serta membuka peluang publikasi ilmiah kolaboratif.
Kolaborasi dengan Chiba University memberikan peluang besar dalam pengembangan riset di bidang environmental remote sensing dan rekayasa medis, sedangkan kerja sama dengan Tokai University memperkuat pengembangan teknologi informasi, media digital, dan telekomunikasi. Sinergi ini diharapkan dapat mendorong inovasi lintas disiplin yang relevan dengan tantangan global, termasuk transformasi digital, teknologi kesehatan, dan pengembangan sistem cerdas.
Melalui kerja sama ini, UGM semakin menegaskan komitmennya dalam membangun jejaring akademik global yang kuat, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi berbasis riset, serta mempersiapkan mahasiswa dengan kapasitas internasional yang kompetitif. (ARP/RAS)