Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), menyelenggarakan kegiatan Studium Generale pada Jumat (13/02) bertempat di Ruang Kuliah E6 DTETI FT UGM. Kegiatan ini mengangkat tema “Work–Life Balance is a Marathon: Seni Menjaga Pace Agar Tidak Burnout”. Studium generale merupakan mata kuliah wajib di DTETI yang bertujuan untuk memberikan wawasan di luar ilmu keteknikan serta meningkatkan soft skills mahasiswa. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa dibekali perspektif praktis dengan menghadirkan praktisi profesional dari luar kampus yang berbagi pengalaman nyata terkait dunia kerja, pengembangan karier, dan kehidupan profesional. Kegiatan ini menjadi pertemuan pertama dari rangkaian kuliah Studium Generale semester ini dan diikuti oleh sekitar 200 mahasiswa DTETI, dengan mayoritas peserta berasal dari angkatan 2022. Peserta terdiri atas mahasiswa Program Studi Teknik Elektro (S1), Teknik Biomedis (S1), dan Teknologi Informasi (S1).

Pada kesempatan tersebut, DTETI menghadirkan Nurrohman Galih Prihasta, S.T., CDMS, CIPN., CPM (Asia), Priority Account Executive PT PLN (Persero) sekaligus alumnus Teknik Elektro UGM angkatan 2011, sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa work–life balance bukan sekadar membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, melainkan tentang menjaga ritme, energi, dan konsistensi agar mampu bertahan dalam jangka panjang, sebagaimana filosofi lari maraton.Melalui analogi perjalanan lari jarak jauh, narasumber membagikan pengalaman pribadi sejak masa perkuliahan, perjalanan karier di PT PLN (Persero), hingga pentingnya fase pemulihan (recovery) untuk mencegah burnout. Peserta juga diajak memahami bahwa kelelahan mental tidak selalu disebabkan oleh beban kerja yang tinggi, tetapi sering kali muncul akibat kurangnya waktu refleksi dan pemulihan diri.
Selain berbasis pengalaman praktis, materi yang disampaikan turut dikaitkan dengan berbagai temuan riset mengenai burnout dan kesejahteraan kerja, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi. Hal ini menegaskan bahwa isu work–life balance merupakan tanggung jawab individu sekaligus lingkungan akademik dalam menciptakan proses belajar yang berkelanjutan. Melalui kegiatan Studium Generale ini, DTETI UGM berharap mahasiswa mampu membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya pengelolaan energi, kesehatan mental, serta perencanaan hidup dan karier secara strategis. Mahasiswa diharapkan dapat mengejar prestasi akademik dan profesional tanpa kehilangan keseimbangan diri dalam prosesnya. (EFJ)
