Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Gadjah Mada (UGM) di mana di dalamnya tergabung mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) berhasil mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Tim yang menamakan diri PKM-KC Cardioguard ini sukses menyabet Medali Emas (Juara 1) untuk Kategori Poster dan Medali Perak (Juara 2) untuk Kategori Presentasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 Tahun 2025.
PIMNAS ke-38, yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) di bawah Kemdiktisaintek, berlangsung di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan puncak kompetisi ilmiah tahunan yang mempertemukan karya-karya terbaik mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Tim PKM-KC Cardioguard UGM merupakan tim yang diketuai oleh Muhammad Haikal (Teknik Biomedis 2023), denga anggota Abdul Halim Edi Rahmansyah (Teknologi Informasi 2023), Mirzariel Akmal Norman (Teknik Elektro 2023), Muhammad Arsya Gifary (Teknik Biomedis 2023) dan Theodorus Khotler Susanto (Kedokteran 2024), di bawah bimbingan dosen pendamping Ir. Ridwan Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D.
Tim Cardioguard berpartisipasi dalam bidang PKM Karsa Cipta dengan menghadirkan prototipe inovatif yang bertujuan untuk mengatasi ancaman nyata henti jantung. Inovasi mereka, yang diberi nama Cardioguard, adalah perangkat wearable yang berfungsi ganda: deteksi cepat dan pertolongan pertama. Perangkat ini dirancang untuk mendeteksi kondisi henti jantung secara cepat dan akurat menggunakan teknologi deep learning. Perangkat ini terhubung ke aplikasi mobile, memungkinkan pemantauan dan respons cepat bahkan sebelum henti jantung terjadi sepenuhnya, menjawab tantangan kardiologi nasional yang mendesak.
Prestasi yang diraih tim Cardioguard ini menunjukkan kualitas karya yang sangat tinggi. PIMNAS ke-38 diikuti oleh 170 perguruan tinggi di Indonesia dengan total 420 judul karya yang berkompetisi. Jumlah ini merupakan hasil seleksi ketat dari 1.590 proposal yang didanai, dan sebelumnya telah disaring dari 33.093 proposal PKM yang didaftarkan secara keseluruhan. Keberhasilan meraih dua medali sekaligus—Emas di Kategori Poster dan Perak di Kategori Presentasi—menegaskan keunggulan inovasi Cardioguard, baik dari sisi substansi ilmiah maupun kemampuan komunikasi dan visualisasi proyek.
Keberhasilan ini tidak hanya membawa pulang medali, sertifikat, dan uang pembinaan, tetapi juga memperkuat posisi DTETI dan UGM sebagai pelopor dalam pengembangan teknologi kesehatan yang berdampak nyata bagi masyarakat. (RAS)