Mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTETI FT UGM) kembali mencatat prestasi di kancah internasional. Tim GardaChain, yang beranggotakan Bagus Rakadyanto O. P. (Ketua), Ahmad Zaki Akmal, dan Moh Rizky Arif, seluruhnya mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi angkatan 2021, sukses meraih gelar 1st Runner Up (Juara 2) pada ajang Huawei Developer Competition 2025. Kompetisi ini berlangsung pada Rabu-Kamis (19–20/11) lalu di Hong Kong dan diikuti oleh ratusan peserta dari kawasan Asia Pasifik (APAC).
Huawei Developer Competition 2025 merupakan ajang inovasi bertaraf internasional yang menantang para developer untuk menciptakan solusi teknologi berbasis cloud, kecerdasan buatan, dan aplikasi industri masa depan. Kompetisi ini digelar oleh Huawei dan mempertemukan mahasiswa, profesional teknologi, peneliti, dan startup builder untuk berkompetisi melalui pengembangan solusi terapan yang siap memenuhi kebutuhan industrial dan sosial secara nyata.
Dalam kompetisi ini, Tim GardaChain mengembangkan solusi teknologi berbasis blockchain untuk ekosistem layanan digital yang berfokus pada keamanan transaksi dan pertukaran data secara terdistribusi. Dengan memanfaatkan keandalan Huawei Cloud dan kemampuan pemrosesan terintegrasi, solusi yang diusulkan GardaChain menawarkan sistem pelacakan dan verifikasi transaksi berbasis smart contract dengan tingkat keamanan tinggi, performa cepat, dan skalabilitas untuk implementasi industri. Inovasi tersebut dinilai menonjol oleh para juri karena mampu menjawab tantangan keamanan siber dan kepercayaan digital dalam era pertumbuhan layanan cloud dan Web3.
Melalui pencapaian ini, Tim GardaChain berhasil meraih gelar 1st Runner Up dan membawa pulang hadiah sebesar 3.000 USD. Prestasi ini kembali menunjukkan kemampuan mahasiswa DTETI FT UGM dalam bersaing dan berinovasi di kompetisi teknologi internasional, sekaligus memperkuat kontribusi kampus dalam pengembangan solusi digital berbasis riset dan teknologi mutakhir. (RAS)