Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan guest lecture pada Kamis (22/02). Kuliah umum ini bertajuk “Resilient Energy and Transportation Infrastructures” yang dilaksanakan secara hybrid di Ruang S110 Lt. 1 DTETI FT UGM dan melalui zoom. Agenda ini terselenggara atas kerja sama antara DTETI FT UGM dengan Pusat Studi Energi UGM, dan IEEE Power and Energy Society Indonesia Section. Kuliah umum menghadirkan narasumber Prof. Hossam A. Gabbar, Ph.D., P.Eng., Profesor dari Ontario Tech University Canada dengan bidang keahlian Advanced waste-to-energy technologies, Clean tech, Energy, Engineering, Information technology, Nuclear engineering, Plant engineering and operations, Plasma generation and diagnostics, Safety engineering, Smart energy grids Transportation. Kuliah diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jenjang mulai dari jenjang sarjana hingga doktoral.
Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) FT UGM menyelenggarakan agenda Bootcamp TETI dengan tema 𝘔𝘢𝘹𝘪𝘮𝘪𝘻𝘦 𝘛𝘦𝘤𝘩 𝘚𝘺𝘯𝘦𝘳𝘨𝘺, 𝘗𝘪𝘰𝘯𝘦𝘦𝘳𝘪𝘯𝘨 𝘵𝘩𝘦 𝘍𝘶𝘵𝘶𝘳𝘦 𝘰𝘧 𝘐𝘯𝘯𝘰𝘷𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯. Agenda ini merupakan agenda rutin yang menjadi program tahunan dari Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (KMTETI) FT UGM khususnya Divisi Workshop yang bertujuan menjadi wadah untuk mendukung pengembangan hard skill bagi mahasiswa/i DTETI UGM di luar pembelajaran perkuliahan. Bootcamp TETI hadir untuk memberikan pelatihan secara intensif yang terdiri dari tiga subtopik yaitu Internet of Things (IOT), Mobile Development, dan Artificial Intelligence (AI).
Keluarga Alumni Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada (KATETIGAMA) menyelenggarakan rapat koordinasi pada Jum’at (19/01) di Sofyan Hotel Tebet. Agenda ini dihadiri oleh pengurus dan anggota KATETIGAMA.
KATETIGAMA memiliki fokus untuk menjalankan program kerja di beberapa bidang yaitu bidang alumni dan kemahasiswaan, inovasi dan teknologi, kurikulum, training, sertifikasi dan profesi, bisnis dan investasi, serta sosial dan pengabdian masyarakat. Pada agenda rapat koordinasi yang dipimpin oleh Lingga Wardhana selaku Ketua Umum KATETIGAMA, dilakukan pembahasan dan perencanaan program kerja yang akan dilaksanakan di tahun 2024 ini. Dalam melaksanakan kegiatan dan program kerja KATETIGAMA, kontribusi dan dukungan dari para alumni sangat diperlukan, salah satunya adalah aspek pendanaan untuk pelaksanan kegiatan. Oleh karena itu, pada rapat koordinasi dilakukan pembahasan mengenai mekanisme yang tepat untuk mendukung kelancaran aspek pendanaan kegiatan dan program kerja KATETIGAMA. Dari hasil musyawarah disepakati untuk mekanisme pendanaan nantinya akan didukung menggunakan aplikasi yang sudah dimiliki oleh KATETIGAMA yaitu KATETIGAMA-Apps. Dari hasil musyawarah, disepakati pula beberapa program dan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu:
Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., Guru Besar DTETI FT UGM sekaligus pakar energi UGM menjadi salah satu panelis dalam dialog di stasiun TV swasta TV One yang mengulas debat cawapres 2024 pada Minggu, (21/01). Pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat dan desa adalah tema yang dibahas dalam sesi debat cawapres tersebut.
Terkait dengan tema debat, dari sektor energi Prof. Tumiran menekankan bahwa dalam melakukan pembahasan terkait energi diperlukan adanya keterkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang produktif. Artinya, industri harus bisa menciptakan lapangan kerja yang mencukupi. Selain itu, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang produktif Prof. Tumiran juga menekankan perlunya optimalisasi sumber daya manusia yang ada untuk mampu berkompetisi. “Mudah-mudahan dari para cawapres muncul gagasan-gagasan brilian, bagaimana mengoptimalkan sumber daya manusia di Indonesia untuk mampu berkompetisi. Bangsa yang unggul adalah bangsa yang dapat mentransformasi knowledge dengan skill untuk memberikan nilai tambah”, ungkap Prof. Tumiran. Berbicara soal transisi energi, Prof. Tumiran juga menjelaskan pentingnya transisi yang dapat menciptakan ekonomi baru dan jangan sampai menimbulkan hutang baru. Dalam realisasinya, Prof. Tumrian berharap di tingkat pengambil keputusan, dalam hal ini politisi, dapat lebih melibatkan para ilmuwan untuk berdiskusi karena para ilmuwan juga memiliki peran yang sangat penting untuk proses pembangunan bangsa.
Sebagai salah satu rangkaian acara Peringatan Lustrum XII, DTETI FT UGM menyelenggarakan agenda Simposium Teknik Biomedis. Agenda simposium dilaksanakan pada Kamis (16/11) bertempat di Auditorium Gedung Pascasarjana UGM. Simposium Teknik Biomedis ini membawakan tema “Peran Teknik Biomedis dalam Memajukan Sektor Kesehatan Menuju Indonesia Emas” dan diselenggarakan dengan tujuan untuk menyoroti peran teknik biomedis dalam kesehatan: menggarisbawahi peran krusial pendidikan teknik biomedis dalam menghadapi tantangan dan merangkul peluang di sektor kesehatan, memperkenalkan riset terbaru teknik biomedis: menyajikan dan mendiskusikan hasil riset terbaru akademis, dan membuka platform kolaborasi peneliti, praktisi, dan pemerintah: memberikan wadah untuk kolaborasi dan pertukaran ide antara peneliti, praktisi, dan pemerintah guna mendorong inovasi di bidang teknik biomedis.
Pengurus Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) FT UGM, pada Rabu (6/9) s.d. Kamis (7/9) mengadakan agenda bincang alumni bersama perwakilan Keluarga Alumni Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada (KATETIGAMA). Rangkaian kegiatan diawali dengan agenda kunjungan ke kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Pada kesempatan tersebut, pengurus DTETI yang terdiri dari Ketua Departemen, Sektretaris Departemen, dan beberapa jajaran pengurus lainnya serta ketua KATETIGAMA bertemu dengan Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T, M.T. Prof. Suning adalah salah satu dosen DTETI yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemenbudristek. Selain Prof. Suning, pengurus DTETI dan KATETIGAMA juga disambut hangat oleh Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D. selaku Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek. Pengurus DTETI bersama dengan Prof. Suning dan Prof. Nizam mendiskusikan mengenai aturan kurikulum terbaru dan peluang kerja sama double degree program pascasarjana DTETI dan post doctoral.
Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTETI FT UGM) mengadakan kuliah tamu dari Dr. Filipe Faria da Silva sebagai Profesor dari Departemen Energi, Aalborg University, Denmark dan Dr. Ferry Viawan sebagai Manajer Perencanaan dan Analisis Sistem Tenaga Listrik (power system planning and analysis) dari Merz Consulting, Australia. Kuliah tamu yang dilaksanakan pada Jum’at (1/9) mengusung tema “Essential Skills for Electrical Engineer and Its International Career Opportunity” terkait keterampilan untuk insinyur listrik dan peluang karir mereka dalam dunia internasional. Perkuliahan memiliki dua sesi utama terkait peluang studi ke luar negeri yang disampaikan oleh Dr. Filipe dan keterampilan penting untuk industri tenaga listrik oleh Dr. Ferry.
Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) FT UGM, menerima kunjungan kerja sama dari Aalborg University (AAU) Denmark yang dilaksanakan oleh Dr. Fillipe Faria da Silva yang merupakan Profesor dan Section Head Electric Power Systems and Microgrids di Department of Energy, AAU Denmark. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan kerja sama penelitian HVDC GRid for intErconnEcting Nusantara (HVDC GREEN) antara UGM dengan Aalborg University yang dibiayai oleh Danida Denmark. Serangkaian agenda kunjungan dilaksanakan dari tanggal 28 Agustus s.d 1 September 2023. Pada kunjungan di hari pertama pada Senin (28/8), Dr. Fillipe melaksanakan agenda pengenalan dengan pengurus Departemen dan juga diskusi dengan tim kerja sama penelitian HVDC yang dikoordinatori oleh Ir. Roni Irnawan, S.T., M.Sc., Ph.D., SMIEEE. Hari berikutnya, Dr. Fillipe juga melakukan diskusi bersama dengan beberapa Kepala Program Studi dari DTETI dan DTMI untuk membahas terkait peluang kerja sama dalam bidang studi dengan Aalborg University.
Alumni Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTETI FT UGM) memberikan sharing ilmu dan pengalaman dalam agenda TETI Lab Skill 2023 pada Selasa (22/08). Kegiatan ini merupakan serangkaian agenda yang telah dimulai pada Senin (14/8) lalu, diikuti oleh sekitar 192 mahasiswa baru program Sarjana.
TLS 2: Basic Science dan Studi Lanjut
Pada sesi pertama agenda TLS 2, topik yang diangkat adalah tentang basic science. Materi ini disampaikan oleh Reka Inovan, alumnus Teknik Elektro angkatan 2009 yang saat ini sedang menempuh studi Doktor di Doctoral Program in Computer and Communication Science, Swiss Federal Institute of Technology Lausanne (EPFL). Dalam penjelasannya, Reka Inovan memaparkan tentang definisi dari seorang engineer, definisi tentang basic science dan juga tentang pentingnya basic science untuk meniti karir di dunia kerja nantinya. Materi ini penting untuk dipahami lebih dini oleh mahasiswa yang masih menempuh kuliah di semester awal, karena di semester awal mahasiswa akan banyak belajar tentang mata kuliah dasar (basic science).
Dalam agenda kunjungan ke SFU, Prof. Sarjiya dan Dr. Lesnanto berkesempatan untuk mengunjungi salah satu laboratorium di SFU yaitu ΔE+ (Delta-E-plus) Lab dan bertemu dengan beberapa peneliti dari riset grup ΔE+ (Delta-E-plus). Grup riset ΔE+ (Delta-E-plus) merupakan sebuah grup riset yang ada di SFU dengan fokus penelitian tentang eksplorasi sinergi dan keseimbangan pada pertautan energi+ untuk mendukung kebijakan yang efektif.

Prof. Sarjiya dan Dr. Lesnanto bertemu dengan beberapa peneliti dari Grup riset ΔE+ (Delta-E-plus) yaitu Trevor Barnes, Muhammad Eliasinul Islam, dan Narges Sefid. Diskusi dan pertukaran pengetahuan tersebut membahas tentang perencanaan energi untuk mendukung sinergi dan keseimbangan aspek alam dan masyarakat termasuk energi, lahan, air, iklim, dan kesehatan serta dampak-dampak lainnya pada kesejahteraan manusia dan lingkungan. Hal tersebut nantinya akan membantu para pembuat kebijakan dalam membimbing arah menuju kesejahteraan manusia dan lingkungan di masa depan. (EFJ)