Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Tantangan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan untuk Mendukung Transisi Energi dan Net Zero Emission” pada Kamis (29/1) pukul 09.30–12.00 WIB, bertempat di Meeting Room 1 Lantai 3 Gedung Smart and Green Learning Center (SGLC) FT UGM. Kuliah diikuti oleh sekitar 100 peserta dari mahasiswa dan sivitas akademika DTETI UGM maupun dari luar DTETI.
Dr. Ir. Suroso Isnandar yang saat ini menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek & Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) hadir sebagai narasumber utama dalam agenda tersebut. Dalam paparannya, Dr. Suroso membahas peran strategis PLN sebagai tulang punggung sistem ketenagalistrikan nasional dalam mengawal transisi energi sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi lebih dari 96 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Materi yang disampaikan, menyoroti arah pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan nasional melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, yang menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW, dengan sekitar 76% berasal dari energi baru terbarukan (EBT) termasuk nuklir dan sistem penyimpanan energi. Selain itu, direncanakan pembangunan jaringan transmisi hingga puluhan ribu kilometer serta penguatan gardu induk guna mendukung integrasi pembangkit EBT yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.