Delegasi mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membuktikan kualitasnya sebagai pencetak talenta digital unggulan. Dalam ajang National Vibe Coding Competition 2025, dua tim DTETI sukses mendominasi podium dengan menyapu bersih gelar Juara 1 dan Juara 2. Mereka berhasil mengungguli berbagai kompetitor nasional lainnya dalam kompetisi tersebut.
Ajang ini menjadi sorotan utama dalam gelaran Yogyakomtek 2025 yang bertempat di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Kompetisi ini menantang peserta untuk menjawab tema “Synthesize The Future: Human Creativity × Agentic AI”. Para peserta diuji kemampuannya dalam mengembangkan solusi perangkat lunak yang tidak hanya fungsional, tetapi juga cerdas dan adaptif terhadap kebutuhan industri.
Atas pencapaian gemilang ini, kedua tim berhak membawa pulang trofi penghargaan serta bagian dari total prize pool uang tunai senilai Rp 10.000.000. Tak hanya itu, sebagai bentuk dukungan eskalasi teknologi, para pemenang juga mendapatkan akses Google Cloud Credits senilai US$ 5.000 untuk pengembangan infrastruktur proyek mereka lebih lanjut.
Sumbu Labs: Transformasi Digital Kepatuhan UMKM
Predikat Juara 1 diraih oleh Sumbu Labs. Tim ini merupakan bentuk kolaborasi lintas angkatan yang terdiri dari Giga Hidjrika Aura Adkhy (Teknologi Informasi 2021), Maulana Anjari Anggorokasih (Teknologi Informasi 2021), dan Dzikran Azka Sajidan (Ilmu Komputer 2023).
Sumbu Labs membawa terobosan krusial melalui produk Aksara Legal AI. Tim ini menyadari tingginya hambatan birokrasi bagi sektor UMKM, sehingga mereka mengembangkan sistem otomasi kepatuhan atau compliance automation berbasis Agentic AI. Sistem ini dibangun di atas ekosistem Google Gemini dan secara spesifik menyasar kompleksitas perizinan di industri F&B serta kosmetik. Melalui integrasi teknologi ini, proses penerbitan dokumen vital seperti sertifikasi Halal, BPOM, dan P-IRT kini dapat diproses dengan efisiensi tinggi serta intervensi manual yang minim.
SonneTix: Modernisasi Infrastruktur Ticketing
Tim SonneTix menyusul di posisi Runner-up atau Juara 2 dengan membawa solusi untuk tantangan manajemen keramaian. Tim ini diperkuat oleh lima mahasiswa program studi Teknologi Informasi angkatan 2022, yakni Habib Fabian Fahlesi, Yitzhak Edmund Tio Manalu, Muhammad Grandiv Lava Putra, Alexander Johan Pramudito, dan Melvin Waluyo.
SonneTix menawarkan platform tiket berbasis cloud yang dirancang untuk meningkatkan integritas dan kenyamanan sebuah acara. Sistem ini mentransformasi tiket fisik menjadi aset digital berupa QR atau barcode yang aman. Selain itu, platform ini juga mengintegrasikan AI chatbot untuk memberikan layanan pelanggan otomatis. Nilai tambah utama produk ini terletak pada fitur visualisasi venue 3D dan analitik data real-time. Fitur tersebut memberikan wawasan strategis bagi penyelenggara acara untuk memitigasi antrian dan mengoptimalkan alur pengunjung.
Relevansi dengan Industri 5.0
Kemenangan ganda ini bukan hanya sekadar pencapaian kompetisi semata. Hal ini menjadi indikator kuat kesiapan mahasiswa DTETI FT UGM dalam menghadapi era Industri 5.0. Kemampuan kedua tim dalam menerjemahkan teknologi canggih seperti Agentic AI dan Cloud Computing menjadi solusi praktis menunjukkan kematangan teknis mereka. Prestasi di ajang yang dihadiri lebih dari 70.000 pengunjung ini sekaligus memvalidasi kualitas kurikulum dan ekosistem riset di lingkungan Fakultas Teknik UGM dalam melahirkan inovator yang siap terjun ke industri.
Penulis: Tim Sumbu Labs dan SonneTix