Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), kembali menyelenggarakan kegiatan Studium Generale pada Jumat (27/02) di Ruang Kuliah E6 DTETI FT UGM. Pada pertemuan kali ini, tema yang diangkat adalah “Engineering the Mind 5.0: Building Self-Regulation, Healthy Relationships, and Resilience for Future Engineers.” Kegiatan ini menghadirkan Dina Wahida, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang merupakan psikolog di Fakultas Teknik UGM.
Dalam pemaparannya, Dina Wahida menjelaskan bahwa kesehatan mental merupakan aspek penting bagi mahasiswa, terutama di lingkungan pendidikan yang menuntut kemampuan akademik sekaligus kemampuan beradaptasi. Ia menyampaikan bahwa secara global satu dari tujuh remaja usia 10–19 tahun mengalami masalah kesehatan mental, sementara di Indonesia sekitar satu dari tiga remaja dilaporkan mengalami masalah kesehatan mental dalam satu tahun terakhir. Lebih lanjut, Dina menekankan pentingnya kemampuan self-regulation atau pengelolaan diri sebagai sistem kontrol internal yang melibatkan pikiran, emosi, dan perilaku. Kemampuan ini membantu individu mengenali emosi, mengelola respons terhadap stres, serta mengambil keputusan yang lebih adaptif dalam menghadapi berbagai situasi. Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan kesadaran emosi (emotional awareness), melakukan cognitive reframing untuk mengubah pola pikir negatif, mengatur respons stres, serta memberi jeda sebelum merespons suatu situasi.

Selain pengelolaan diri, hubungan interpersonal yang sehat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesejahteraan mental. Komunikasi yang baik, saling menghargai, kepercayaan, serta kemampuan menjaga batasan yang sehat menjadi fondasi dalam membangun relasi yang positif di lingkungan akademik maupun profesional. Pada bagian akhir, Dina Wahida juga menyoroti pentingnya help-seeking behavior atau keberanian untuk mencari bantuan ketika menghadapi masalah. Melalui kegiatan ini, DTETI UGM berharap mahasiswa tidak hanya berkembang secara akademik dan teknis, tetapi juga memiliki ketahanan mental serta kemampuan membangun hubungan yang sehat sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan. (EFJ)