• Universitas Gadjah Mada
  • Fakultas Teknik
  • Webmail
  • Pusat TI
Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi
Universitas Gadjah Mada
  • Halaman Depan
  • Profil
    • Sejarah DTETI
    • Visi Misi Tujuan
    • Pengelola
    • Tenaga Pendidik
  • Program Studi
    • Program Sarjana Program Studi Teknik Elektro
    • Program Sarjana Program Studi Teknologi Informasi
    • Program Sarjana Program Studi Teknik Biomedis
    • Program Magister Program Studi Teknik Elektro
    • Program Magister Program Studi Teknologi Informasi
    • Program Doktor Program Studi Teknik Elektro
    • International Undergraduate Program
  • Penelitian
    • Grup Penelitian
    • Laboratorium Penelitian
  • Evaluasi Diri
    • Evaluasi Diri
    • Hasil Survei Layanan DTETI
    • Hasil Survei Layanan FT
  • Fasilitas
    • Sumber Daya dan Sistem Informasi
    • Layanan Kesehatan
    • Perpustakaan
    • Denah Ruangan
  • IUP
  • Beranda
  • Berita
  • Prof. Sarjiya Bahas Strategi Dekarbonisasi Sistem Listrik Indonesia

Prof. Sarjiya Bahas Strategi Dekarbonisasi Sistem Listrik Indonesia

  • Berita
  • 3 November 2025, 08.52
  • Oleh: Rasya Swarnasta
  • 0

Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU., dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTETI FT UGM) sekaligus Direktur Pusat Studi Energi UGM menjadi pembicara dalam Seminar “Pemodelan Strategi Dekarbonisasi Sektor Industri dan Ketenagalistrikan” yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada Rabu (29/10). Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi berjudul “Optimizing Power Sector Decarbonization in Indonesia through an Integrated Policy Modeling Framework.”

Dalam paparannya, Prof. Sarjiya menegaskan bahwa percepatan transisi energi Indonesia membutuhkan pendekatan kebijakan yang tidak hanya bertumpu pada satu instrumen, namun mengintegrasikan berbagai mekanisme seperti carbon tax, emission trading system (ETS), dan teknologi penangkapan-karbon (CCS). Mengacu pada tren kenaikan permintaan listrik—dari sekitar 400 TWh pada 2025 menjadi lebih dari 1.700 TWh pada 2050—Indonesia harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kebutuhan energi, target bauran energi bersih, dan kesiapan sistem tenaga listrik.

Beliau memaparkan hasil pemodelan berbasis enam skenario kebijakan yang menunjukkan perbedaan mendasar dalam bauran energi, investasi pembangkit, dan tingkat emisi. Skenario tanpa intervensi kebijakan masih memicu dominasi pembangkit fosil, sedangkan skenario terintegrasi—yang menggabungkan carbon pricing, batas emisi, dan CCS—memperlihatkan peningkatan penetrasi energi terbarukan hingga lebih dari 70% pada tahun 2050 serta penurunan emisi yang jauh lebih signifikan. Meski membutuhkan investasi lebih besar, pendekatan tersebut dinilai paling efektif untuk memastikan sistem kelistrikan tetap andal, aman, dan sejalan dengan komitmen Net Zero Emission.

Prof. Sarjiya menutup pemaparan dengan menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang, kesiapan infrastruktur jaringan, serta sinyal kebijakan yang jelas bagi industri energi. Menurutnya, dekarbonisasi sistem listrik tidak hanya bicara teknologi, tetapi konsistensi regulasi, koordinasi antarlembaga, dan strategi investasi nasional. Sebab, kebijakan yang terintegrasi akan mempercepat transisi, menjaga ketahanan energi, dan memastikan pembangunan ekonomi tetap berkelanjutan. Dengan riset dan model kebijakan yang kuat, Indonesia diharapkan mampu menavigasi transisi energi menuju sistem tenaga listrik rendah karbon yang andal dan inklusif. (RAS)

Tags: SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan SDGs

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Pencarian

Berita Terkini

  • Tim Mahasiswa DTETI Hadirkan Solusi Energi Nol Emisi untuk Bandara di NEST 2025
    Desember 2, 2025
  • Tim CITSIT Raih Juara Lomba Tingkat Nasional di Bidang Data Mining
    Desember 1, 2025
  • Tim Mahasiswa DTETI Raih 1st Runner Up Huawei Developer Competition
    November 27, 2025
  • Tim Mahasiswa DTETI Raih Juara 2 Data Science Competition LOGIKA UI 2025
    November 25, 2025
  • Mahasiswa DTETI Juara 1 NFTC 2025 Lewat Inovasi Aplikasi Penanganan Depresi
    November 24, 2025
  • Penyerahan Beasiswa Sertifikasi Kompetensi dari KATETIGAMA dan LSP TDI untuk 100 Mahasiswa DTETI UGM
    November 22, 2025
  • Tim Mahasiswa DTETI Juara 1 Business Case Competition Ideanation 2025
    November 20, 2025
  • Mahasiswa DTETI Raih Juara 1 dalam Kompetisi 3-Minutes Talk FT UGM
    November 17, 2025
  • Raih Juara 2 pada Siemens Next-Gen Student Competition 2025
    November 10, 2025
  • Mahasiswa DTETI Juara 1 Lomba Karya Tulis Inovasi PLN 2025
    November 6, 2025
  • Tumiran, Pakar Energi UGM tentang Mandatori E10: “Harus Ada Koordinasi Lintas-Kementerian”
    November 5, 2025
  • TrustBridge UGM Toreh Prestasi di Hackathon Blockchain Cardano
    November 4, 2025
  • Prof. Sarjiya Bahas Strategi Dekarbonisasi Sistem Listrik Indonesia
    November 3, 2025
  • Jajaki Kolaborasi Riset Radar dengan Hertzwell, Singapura
    Oktober 27, 2025
  • Dosen DTETI FT UGM Hadiri Konferensi Internasional di Shanghai
    Oktober 24, 2025
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika No. 2 Kampus UGM Yogyakarta, 55281
teti@ugm.ac.id
+62 (274) 552305
+62 (274) 552305

Program Studi

  • Program Sarjana Program Studi Teknik Elektro
  • Program Sarjana Program Studi Teknologi Informasi
  • Program Sarjana Program Studi Teknik Biomedis
  • Program Magister Program Studi Teknik Elektro
  • Program Magister Program Studi Teknologi Informasi
  • Program Doktor Program Studi Teknik Elektro
  • International Undergraduate Program

Akademi dan Training

  • Cisco Networking Academy
  • Microsoft Inovation Center
  • Schneider Training Center

Kemahasiswaan & Alumni

  • KMTETI
  • KATETIGAMA

Media Sosial

  • Youtube
  • Instagram
  • Facebook

© Universitas Gadjah Mada

KMTETIKATETIGAMA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY