Alumni
Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi
Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Workshop Training Calon Mentor dalam Acara TETI Lab Skill 2017


Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi mengadakan acara workshop training kepada mahasiswa calon mentor pada hari Sabtu (09/0917). Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan TETI Lab Skill sebagai salah satu program pengembangan soft skill mahasiswa khususnya bagi mahasiswa baru angkatan 2017. Melalui program ini mahasiswa angkatan 2017 nantinya akan memiliki kakak angkatan yang terdiri dari mahasiswa angkatan 2015 dan 2016 sebagai pendamping atau mentor. Training bagi mahasiswa calon mentor tersebut diisi oleh Bapak Nurhadi yang saat ini menjabat sebagai direktur Engineering Career Center (ECC) UGM dan Bapak Deka Isnadi yang saat ini menjabat sebagai Head Dept. Marketing Communication Department di ECC UGM. Sebanyak 21 orang calon mentor mengikuti training sebagai bekal awal mereka untuk mempersiapkan diri menjadi mentor untuk para mahasiswa baru angkatan 2017. Melalui program ini diharapkan nantinya mahasiswa baru dapat memperoleh arahan supaya dapat menempuh studi dengan baik dan lancar.


Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB di ruang kuliah E6 DTETI dan diwalai dengan pembukaan yang disampaikan oleh Bapak Lesnanto Multa Putranto, S.T., M.Eng, Ph.D. Beliau menyampaikan beberapa hal salah satunya terkait dengan latar belakang dilaksanakannya program ini adalah supaya kedepannya dalam jangka panjang, ikatan alumni DTETI menjadi lebih kuat secara lebih luas dan tidak pandang angkatan serta untuk meningkatkan kompetensi lulusan sehingga nantinya para alumni dapat memiliki karir yang bagus.  Sebelum masuk kepada materi, mahasiswa diatur tempat duduknya menjadi bentuk “U” supaya pemateri dapat lebih mudah berinteraksi dengan para peserta. Sebelum masuk pada materi, terlebih dahulu dilakukan perkenalan dai pemateri dan juga dari para peserta serta pemaparan dari setiap peserta mengenai pembelajaran yang diharapkan dari training tersebut. Materi yang disampaikan pada kesempatan ini adalah pengenalan metode coaching untuk pendampingan mahasiswa.


Bapak Nurhadi menjelaskan bahwa coaching skill terbagi menjadi 4 sub yaitu sebagai mentor, challenger, facilitator, dan supporter yang masing-masing memiliki ketentuan dan tujuan dalam memberikan pelatihan kepada coachee. Menjadi seorang coach juga harus memiliki 11 kompetensi utama yang harus dikuasai dan untuk kesempatan kali ini, pemateri lebih menekankan pada kompetensi yang harus dimiliki yaitu active listening dan powerful questioning. Dalam active listening terdapat 3 elemen penting saat mendengarkan yaitu kata kunci dan konten, emosi dan empati, serta makna tersirat dan konteks.

Setelah disampaikan materi mengenai active listening kemudian para peserta diminta untuk mempraktekan teori active listening dengan membentuk kelompok yang terdiri dari 2 orang untuk tiap kelompknya. Satu orang berperan sebagai orang yang menceritakan pengalamannya dan satu orang lainnya berperan sebagai pendengar yang mendengarkan secara aktif dengan memperhatikan elemen-elemen penting dalam active listening. Peserta diberikan waktu 10 menit untuk mempraktekan teori yang sudah diberikan. Setelah itu dilanjutkan dengan materi mengenai powerful questioning dan seperti pada materi sebelumnya, peserta kembali diminta membentuk kelompok dan mempraktekan.


Materi selanjutnya yang disampaikan pada kesempatan tersebut adalah mengenai coaching model menggunakan model COMBAT yang terdiri dari beberapa aspek yaitu clarifying agenda, building alternatives, organizing perspectives, acquiring decision, magnifying the situation, dan taking commitment. Setelah semua materi diberikan, di sesi terakhir disampaikan mengenai coaching plan dan peserta kembali dibagi menjadi kelompok untuk mempraktekan coaching model menggunakan teori COMBAT.