Alumni
Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi
Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Program TETI Lab Skills Minggu Keempat untuk Mahasiswa Baru DTETI Angkatan 2017


Mahasiswa baru Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM mengikuti program pengembangan soft skill melalui acara TETI Lab Skill minggu ke-4. Acara berlangsung pada Hari Selasa (12/09/17) pada pukul 07.30 – 12.00 WIB di ruang kuliah E6 Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi. Agenda pada TETI Lab Skill minggu ke-4 ini adalah materi pengembangan soft skill dengan topik proses perubahan dan perkenalan KMTETI. Materi diberikan oleh Bapak Ahmad Yuniarto, Beliau adalah mantan President Director Schlumberger Oilfield Services Indonesia dan juga merupakan salah satu alumni Teknik Elektro UGM tahun 1986.  Kelas TETI Lab skill diawali dengan pembukaan oleh panitia TETI Lab skill kemudian dilanjutkan materi oleh Bapak Ahmad Yuniarto. Penyampaian materi diawali dengan penjelasan mengenai beberapa fokus pertanyaan yaitu mengenai apa yang belum diketahui, apa yang belum bisa, apa yang ditakuti, apa yang membuat tidak percaya diri, apa yang membuat stress dana pa yang membuat tidak nyaman. Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan hal yang penting dikuasai supaya berhasil melalui proses perubahan. Bapak Ahmad Yuniarto juga memberikan sharing mengenai pengalaman Beliau ketika harus melalui proses perubahan di lingkungan kerja yang pada awalnya terkesan tidak nyaman akan tetapi Beliau dapat merubah ketidaknyamanan tersebut untuk meng-upgrade kemampuan Beliau hingga akhirnya Beliau dapat mencapai level tertinggi di perusahaan. Bapak Ahmad Yuniarto menjelaskan kepada mahasiswa mengenai pentingnya mempelajari hal-hal yang baru, bisa mengatasi ketidaknyamanan, fokus pada hal-hal yang tidak nyaman untuk meng-upgrade kemampuan diri karena hal tersebut merupakan hal penting dalam proses personal development.


Dalam penjelasannya, Bapak Ahmad Yuniarto menunjukkan kepada mahasiswa mengenai beberapa fase dalam proses perubahan dan titik akhir dalam proses perubahan tersebut atau capaian yang akan diraih dari proses perubahan tersebut. Beliau memberikan contoh kasus kepada mahasiswa yaitu mengenai proses perubahan dari jenjang sekolah menengah atas menuju jenjang perguruan tinggi. Fase awal yang dijelaskan adalah fase euphoria kemudian berlanjut kepada fase surprise, worry, frustration hingga fase akhir yang menuju pada tiga capaian yang terbagi menjadi 3 kriteria yaitu A,B, dan C. Kriteria A adalah puncak fase menuju pada kondisi stabil yang berarti gagal, kriteria B adalah puncak fase menuju pada kondisi sedikit peningkatan akan tetapi hanya asal lulus dan kriteria C adalah puncak fase menuju pada performance.


Setelah diberikan penjelasan tersebut, mahasiswa yang telah terbagi menjadi 19 kelompok mahasiswa dan 7 kelompok mahasiswi diminta untuk berdiskusi mengenai fase dimana mahasiswa saat ini berada dan ketika melalui masa transisis selama perkuliahan mahasiswa akan memilih menuju puncak fase dengan kriteria A,B, atau C yang sebelumnya telah dijelaskan. Setelah berdiskusi, salah satu perwakilan masing-masing kelompok diminta maju kedepan untuk mempresentasikan secara singkat mengenai hasil diskusinya. Setelah semua kelompok presentasi kemudian Bapak Ahmad Yuniarto memberikan sedikit penjelasan bahwa untuk mencapai kriteria C yang menuju pada puncak fase dengan performance maka diperlukan support dari lingkungan sekitarnya. Kemudian di sesi kedua ini Beliau kembali meminta mahasiswa untuk kembali brdiskusi di tiap kelompoknya mengenai apa yang saat ini mahasiswa pikirkan dan rasakan yang menjadi penghambat dalam melalui masa transisi di perkuliahan. Sama seperti sesi sebelumnya, setelah berdiskusi, perwakilan kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya secara singkat.


Kemudian di sesi terakhir Beliau kembali meminta mahasiswa untuk berdiskusi mengenai apa yang saat ini belum dan harus ada atau dilakukan supaya bisa membantu mengelola proses perubahan. Setelah itu perwakilan kelompok diminta untuk menuliskan hasil diskusinya pada poster yang sudah disiapkan untuk nantinya akan dijadikan evaluasi dan masukan bagi Departemen untuk membantu mengelola proses perubahan pada mahasiswa agar dapat mencapai puncak fase performa. Sebelum sesi Bapak Ahmad Yuniarto selesai, dilakukan penyerahan sertifikat dan kenang-kenangan dari Departemen untuk Bapak Ahmad Yuniarto. Acara kemudian dilanjutkan dengan perkenalan KMTETI (Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi).